13 October 2019, 19:25 WIB

PKB: Koalisi Bertambah Tergantung Presiden


M Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Politikus PKB, Abdul Kadir Karding.

PARTAI Kebangkitan Nasional (PKB) sangat terbuka untuk koalisi yang melebarkan sayap untuk partai-partai nonkoalisi. Namun, hak tersebut tergantung peran dari Presiden Joko Widodo.

"Koalisi bertambah sangat ditentukan oleh Pak Joko Widodo," cetus anggota PKB Abdul Kadir Kading saat dihubungi, Minggu (13/10).

Dia percaya Jokowi tidak asal memasukkan partai ke dalam koalisi dan sudah melakukan perhitungan yang matang baik positif dan negatifnya.

"Kalau beliau memandang perlu untuk memasukkan lagi partai-partai lain selain yang sudah ada, tentu itu sudah diperhitungkan dengan matang," ujar Abdul.

"Artinya, dalam kalkulasi beliau (Jokowi) lebih menguntungkan bagi bangsa ini dengan koalisi yang lebih besar," jelasnya.


Baca juga: Prabowo Tiba di Kediaman Surya Paloh


Meski begitu, dia tak resah bila benar Partai Gerindra dan Partai Demokrat hadir di koalisi. Menurutnya, terdapat partai lain yang sangat kuat menjadi penyeimbang sebagai oposisi.

"Ada kekuatan PKS (Partai Keadilan Sejahtera), PAN (Partai Amanat Nasional), dan juga kekuatan masyarakat bisa jadi kekuatan penyeimbang," ungkapnya.

"Kalau sudah berkoalisi tentu harus taat sama kesepakatan koalisi," imbuhnya.

Sebelumnya, Joko Widodo menerima Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, selama kurang lebih satu jam. Selang sehari, (Jumat, 11/10), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Jokowi juga di Istana Merdeka. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT