13 October 2019, 16:55 WIB

Terkait dengan Abu Rara, Seorang Pria Diamankan di Tambun


Gana Buana | Megapolitan

ANT/Indrianto Eko Suwarso
 ANT/Indrianto Eko Suwarso
Polri saat memberi keterangan seputar pelaku kasus penikaman Menkopolhukam Wiranto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).

APARAT Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap adik terduga teroris dari kelompok Abu Zee dan Abu Rara Bekasi, Noval Agus Syafroni, 45.

Penangkapan ini tak jauh dari lokasi penggeledahan rumah kontrakan di RT 02 RW 04, Nomor 88, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/10).

Penangkapan dilakukan saat yang bersangkutan hendak pulang ke kontrakan dengan sepeda motor. Lokasi penangkapan sekitar 300 meter dari lokasi penggeledahan.

Terduga sudah diselidiki sejak beberapa hari yang lalu. Begitu petugas yakin yang diincar merupakan teroris mereka langsung menangkap dan memasukkan yang bersangkutan ke dalam mobil.


Baca juga: Titik Banjir di Kota Bekasi belum Berkurang


Seperti diberitakan, petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri tengah melakukan penggeledahan rumah kontrakan di Tambun, Kabupaten Bekasi, sejak pukul 14.30 WIB. Penyelidikan ini diduga merupakan rangkaian penyelidikan atas kasus penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Pandeglang, Banten, beberapa hari lalu.

Warga setempat, Kusmiyati, 28, mengatakan, dirinya tak kenal betul siapa yang kini ditahan oleh petugas Densus 88. Selain tertutup, terduga baru sebentar menempati rumah kontrakan tersebut.

"Kurang tahu persis berapa lama dia tinggal, tapi memang jarang tegur sapa, kalau tidak disapa tidak nyapa duluan," ungkap Kusmiyati.

Sebagai tetangga, Kusmiyati mengaku kaget dan tidka menyangka bahwa salah satu tetangganya terlibat dalam jaringan teroris JAD. Meski terduga jarang bergaul dirinya tetap berusaha menjalin komunikasi.

"Kalau kita tanya ya dia cuek aja gitu, tetap ditegor," kata dia singkat. (OL-1)

BERITA TERKAIT