13 October 2019, 15:45 WIB

Integrasi Sawit Sapi, Pilot Project BPPT untuk Pakan Ternak


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
 ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Seorang peternak memberikan makan sapi dengan ampas kelapa sawit di Mesuji Raya, OKI, Sumatra Selatan

PERMINTAAN pasar terhadap produk peternakan terus meningkat sejalan dengan pertambahan populasi penduduk dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk peternakan.

Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan produk peternakan terutama sapi potong yakni dengan menerapkan pola integrasi sapi potong dengan kelapa sawit atau yang dikenal integrasi sawit sapi.

Dengan sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal dan tersedia sepanjang tahun merupakan sumber pakan alternatif asal perkebunan kelapa sawit.

Langkah di atas juga bermanfaat dalam mendorong perekonomian rakyat dan diharapkan bisa berkontribusi terhadap peningkatan produksi dan populasi sapi.

Untuk mewujudkan upaya tersebut, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Pemerintah Kabupaten Pelalawan meresmikan pilot project sistem integrasi sawit sapi di desa Beringin, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau (11/10). Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam menyambut Hari jadi Kabupaten Pelalawan pada tanggal 11 Oktober 2019.

BPPT berupaya menciptakan sinergi dan sinkronisasi program kegiatan integrasi sawit sapi antara lembaga pemerintah, industri swasta dan kelompok masyarakat peternak melalui perumusan kajian yang tepat.

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan mengatakan pilot project integrasi sawit sapi pada skala peternakan rakyat dapat dijadikan percontohan untuk diduplikasi di daerah lain di seluruh Indonesia.

"Pilot project ini akan menghasilkan pakan ternak berkualitas yang berasal dari produk samping perkebunan sawit," ujar Soni dalam pernyataan resmi, Jumat (11/10).

Baca juga: Pelepah Sawit untuk Pakan Sapi

Kegiatan ini dapat membantu masyarakat peternak untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi budi daya ternak sapi potong yang terintegrasi dengan pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Ke depannya, diharapkan kelompok tani Karya Lestari yang ada di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, sudah mandiri dalam menjalan program integrasi sawit sapi.

"Teknologi sudah disampaikan, selanjutnya kita serahkan ke mereka. Ke depan, BPPT juga siap mengawal untuk mendapatkan standar atau sertifikasi yang akhirnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pelalawan H.M Harris mengimbau seluruh perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan untuk membantu peternak melalui pemberian bungkil.

"Perlu pengawasan dari DPRD mengenai kontribusi perusahaan melalui CSR yang diberikan kepada peternak, sehingga nanti program sawit sapi dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Di samping itu, Ketua Kelompok Tani Karya Lestari Beni Manggolo mengutarakan kelompok tani yang dipimpinnya sudah banyak menerima ilmu dan pengetahuan serta inovasi yang diberikan BPPT.

"Semua sudah kami jalankan dan terapkan, sehingga saat ini kami satu satunya menjadi kelompok percontohan di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, Kelompok Tani Karya Lestari juga merintis peternakan sapi perah yang berguna untuk konsumsi bagi masyarakat.(OL-5)

BERITA TERKAIT