13 October 2019, 14:36 WIB

BMKG Nyatakan Topan Hagibis tidak Pengaruhi Cuaca Indonesia


Melalusa Susthira K | Humaniora

AFP/William West
 AFP/William West
Dampak terjangan Topan Hagibis di Jepang

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan Topan Hagibis telah bergerak meninggalkan daratan Jepang menuju Samudera Pasifik.

“Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Jepang (JMA) tanggal 13 Oktober 2019, Typhoon Hagibis sudah bergerak meninggalkan daratan Jepang ke arah Timur Laut menuju Samudera Pasifik Barat bagian Utara,” terang Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo dalam keterangannya, Minggu (13/10)

Ia menerangkan intensitas Topan Hagibis sudah mulai menurun, meskipun demikian masih masuk dalam skala kuat.

“Saat ini kecepatan angin di pusat typhoon adalah 60 knots sedangkan 12 jam sebelumnya adalah 75 knots. Dalam 24 jam kedepan JMA memprakirakan Typhoon Hagibis akan menurun intensitasnya,” ujarnya.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Topan Hagibis Bertambah Jadi 7 Orang

Ia pun mengumumkan posisi Topan Hagibis juga semakin menjauh dari wilayah Indonesia, sehingga tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca ataupun gelombang laut di Indonesia.

“Adapun potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia lebih dipengaruhi adanya daerah tekanan udara rendah di wilayah Indonesia bagian utara yang membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari Semenanjung Malaysia hingga Laut Sulawesi,” tulisnya.

Topan Hagibis menjadi topan paling kuat yang melanda Jepang dalam beberapa dasawarsa terakhir yang melumpuhkan Tokyo dan sejumlah wilayah lainnya. Pihak berwenang telah mengeluarkan perintah evakuasi kepada lebih dari 6 juta orang di seluruh Jepang.(OL-5)

BERITA TERKAIT