13 October 2019, 08:30 WIB

Badai Dahsyat Lumpuhkan Jepang


(AFP/Uca/Hym/I-1) | Internasional

AFP/JIJI PRESS-AFP/KARYN NISHAMURA
 AFP/JIJI PRESS-AFP/KARYN NISHAMURA
Topan Hagibis yang berkekuatan dahsyat melanda Jepang disertai dengan hujan deras, kemarin. (Foto kiri) rumah-rumah hancur setelah diterjang

TOPAN Hagibis menerjang Jepang dan memakan korban jiwa pada Sabtu (12/10). Sedikitnya 2 orang tewas, 3 hilang, dan sekitar 70 orang terluka

"Mata topan Hagibis mendarat sebelum 19.00 (waktu setempat) di Semenanjung Izu, barat daya Tokyo," kata Badan Meteorologi Jepang.

Badai telah melemah, tetapi masih mengepak embusan angin hingga 216 kilometer per jam (134 mil per jam) sekitar satu jam sebelum pusat badai menghantam pantai.

"Seorang lelaki berusia 49 tahun ditemukan di sebuah truk mini yang terguling. Dia dikirim ke rumah sakit, tetapi ia telah meninggal," ujar juru bicara Pemadam Kebakaran Ichihara di Chiba, Hiroki Yashiro, sepanjang akhir pekan.

Sebelum mendarat, topan Hagibis telah menyebabkan gangguan besar, memaksa pembatalan dua pertandingan Piala Dunia Rugbi, menunda Grand Prix Jepang, dan menghentikan semua penerbangan di wilayah Tokyo.

Topan Hagibis menjadi badai pertama dengan peringkat sangat kuat menghantam pulau utama Honshu sejak 1991 ketika sistem kategorinya diperkenalkan.

Lebih dari 7,3 juta orang ditempatkan di bawah perintah evakuasi nonwajib ketika pejabat melaporkan ancaman banjir dan tanah longsor.

Pita luar badai membawa embusan angin kencang seperti tornado ke Chiba, timur Tokyo, tempat satu rumah hancur dan beberapa rusak.

Lima orang termasuk seorang bocah lelaki berusia tiga tahun dikirim ke rumah sakit, tetapi tidak ada yang menderita cedera serius.

Toyota dan Honda telah menutup pabrik mereka. Banyak supermarket dan toko serbaada di ibu kota tutup sehari setelah penduduk yang berbelanja untuk persediaan topan mengosongkan rak.

Topan Hagibis menghantam Jepang hanya beberapa minggu setelah topan Faxai menghantam wilayah Jepang dengan kekuatan sama, yang mengakibatkan dua orang tewas serta meninggalkan kerusakan parah di wilayah Chiba. (AFP/Uca/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT