12 October 2019, 17:14 WIB

Pasangan Suami Istri Barengan Ditetapkan Guru Besar Tetap UI


Sri Utami | Humaniora

Dok UI
 Dok UI
Pasangan Imam Subekti dan Valina Singka Subekti yang ditetapkan sebagai guru besar UI di bidang yang berbeda.

UNIVERSITAS Indonesia mengukuhkan pasangan suami istri, Imam Subekti dan Valina Singka Subekti, sebagai guru besar tetap.

Imam Subekti adalah guru besar Fakultas Kedokteran UI bidang keahlian penyakit dalam, adapun Valina Singka adalah guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI dengan kepakaran bidang ilmu politik.

Upacara pengukuhan dilaksanakan Aula IMERI FKUI, kampus Salemba, Jakarta, Sabtu (12/10). "Iya keduanya suami istri yang menjadi guru besar di bidangnya masing-masing," ucap Kepala Humas UI Rifelly Dewi Astuti.

Baca juga: Katana Dibahas di Pangkal Pinang

Dalam pidato pengukuhan, Imam menyampaikan tentang Kolaborasi dalam Pengelolaan Tiroid di Indonesia terkait Fokus pada Pencegahan Oftalmopati pada Penyakit Graves.

"Penyakit Graves adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan kelenjar tiroid yang aktif dan memproduksi hormon tiroid secara berlebihan," ujarnya

Di antara penyakit di bidang tiroid, penyakit graves menempati posisi penting karena menjadi penyebab sebagian besar kasus kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme). Penyakit  yang disertai tanda dan gejala mata (oftalmopati graves) berdampak buruk dan menurunkan kualitas hidup.

"Oftalmopati graves merupakan salah satu penyakit tiroid dengan modalitas terapi yang relatif terbatas dan hasil pengobatannya pun masih belum memuaskan," imbuhnya.

Sejumlah upaya pencegahan oftalmopati graves di antaranya dengan berhenti merokok dan mempertahankan kadar hormon tiroid dalam batas normal (eutiroidisme), mempertahankan eutiroidisme ditambah pemberian selenium (pencegahan sekunder); mempertahankan eutiroidisme ditambah intervensi lokal di bagian mata serta pembedahan.

Upaya pencegahan memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan manusia secara utuh baik fisik, psikologis, sosial, dan spiritual."

Adapun Valina dalam pidato pengukuhan menerangkan tentang Sistem Pemilu dan Penguatan Presidensialisme Pasca Pemilu Serentak 2019.

"Perlu dipertimbangkan untuk merancang kembali desain sistem pemilu yang mampu memperkuat presidensialisme pada satu sisi dan kualitas demokrasi Indonesia pada sisi lainnya," terangnya.

Valina menjelaskan, sistem pemilu harus mampu meningkatkan derajat representasi  dan akuntabilitas anggota DPR. Selanjutnya sistem pemilu harus mampu menghasilkan sistem kepartaian dengan jumlah partai sederhana serta sistem  pemilu harus mudah diaplikasikan dan berbiaya rendah serta mampu memutus mata rantai praktik politik transaksional.

"Sistem pemilu saat ini yang berpusat pada calon atau candidacy centered perlu direkayasa kembali menjadi sistem pemilu yang berpusat pada partai atau party centered. Sistem pemilu proporsional tertutup dapat dipertimbangkan kembali sebagai salah satu alternatif untuk digunakan dalam pemilu serentak 2024,” tandasnya. (X-15)
Sri Utami

BERITA TERKAIT