12 October 2019, 16:29 WIB

PDIP Sebut PAN dan PKS Jadi Penyeimbang, Tidak Ikut Pemerintahan


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku komunikasi politik dengan Partai Gerindra dan Demokrat masih terus berlangsung menjelang pelantikan Jokowi-Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden serta penyusunan kabinet.

Seumpama kedua partai itu bergabung dengan koalisi pemerintah, sistem checks and balances akan tetap berjalan karena masih ada Partai Amanat Nasional (PAN) serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai penyeimbang.

"Mengenai komunikasi dengan Gerindra dan Demokrat, itu dalam rangka menjalankan politik kebersamaan, inklusif dan gotong royong," terang Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno kepada Media Indonesia, Sabtu (12/10).

Baca juga: Surya Sebut Pertemuan Jokowi dengan SBY dan Prabowo Positif

Menurut dia, mengenai penyeimbang di tingkat legislatif dapat dipastikan masih tetap terjaga karena tidak semua partai akan masuk dalam jajaran partai pendukung pemerintah. Sejauh ini terdapat dua partai lain yang bisa menjadi penyeimbang selama roda pemerintahan berjalan lima tahun ke depan.

"Ada PKS dan PAN sebagai penyeimbang," katanya.

Meski demikian ia mengaku belum mengetahui pasti seperti apa saja kesepakatan yang telah dan sedang dibangun PDIP dengan partai di luar partai pengusung Jokowi-Amin. Meskipun demikian gambaran formasi jajaran pimpinan MPR sedikit menjadi representasi dari komunikasi yang telah berjalan antara PDIP dengan Gerindra dan Demokrat." Kita tunggu saja. Bukan ototitas saya untuk bicara itu. Itu wilayah Presiden dan Ketum-Ketum partai pengusung-pendukung di MPR semua sudah terakomodasi, guyub," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT