12 October 2019, 15:30 WIB

Nelayan tidak Lagi Tertinggal


Andhika Prasetyo | Humaniora

ANTARA/Ampelsa
 ANTARA/Ampelsa
Nelayan mengangkat ikan tuna tangkapan nelayan pancing di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen mengubah pandangan negatif yang selama ini disematkan kepada nelayan.

Selama ini, nelayan kerap kali dikaitkan dengan kehidupan yang tertinggal, kumuh, dan dekat dengan kemiskinan.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KKP Sjarief Widjaja mengungkapkan kondisi seperti itu kini sudah tidak lagi sama.

Banyak nelayan yang sudah maju. Mereka menggunakan berbagai peralatan modern bahkan alat telekomunikasi yang ditopang aplikasi canggih untuk mendukung kegiatan di lapangan.

"Kami ingin perlihatkan bahwa dunia perikanan adalah dunia yang menarik dan sangat potensial bagi para pemuda," ujar Sjarief di Jakarta, Sabtu (12/10).

Baca juga: Kemenaker Bantu Pemulangan TKI Korban Jembatan Runtuh di Taiwan

Pemerintah bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dan Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) perusahaan rintis bidang perikanan telah menerapkan penggunaan aplikasi internet bagi nelayan di pulau perbatasan di Natuna, Sebatik, dan Saumlaki.

Para nelayan dapat memanfaatkan aplikasi untuk mencari titik-titik perairan yang tengah didiami banyak ikan. Aplikasi tersebut juga mampu memberi informasi pasar kepada para nelayan.

"Dengan begitu upaya penangkapan dan pemasaran bisa menjadi lebih efektif dan efisien," tuturnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT