12 October 2019, 11:52 WIB

Topan Hagibis Semakin Mendekati Jepang, Satu Orang Tewas


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP/FRANCK FIFE
 AFP/FRANCK FIFE
Seorang pekerja mengenakan jas hujan berdiri di dekat dermaga Hinode, Tokyo menjelang kedatangan Topan Hagibis

TOPAN Hagibis yang kuat bergolak ke Jepang menuju Ibu Kota Tokyo dengan hujan lebat pada Sabtu (12/10). Cuaca tersebut memicu dikeluarkannya perintah untuk evakuasi, menyebabkan gangguan transportasi, hingga pemadaman listrik.

Hagibis diperkirakan akan menghantam daratan tengah atau timur Jepang pada Sabtu (12/10) malam. Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan Hagibis memiliki tiupan angin maksimum sebesar 216 kilometer per jam.

Badan Meteorologi Jepang juga menyebut Hagibis merupakan badai besar yang luar biasa dan diperkirakan akan membawa angin brutal dan gelombang lautan ganas di sejumlah besar wilayah 'Negeri Sakura' tersebut.

Adapun berdasarkan siaran publik NHK, perintah evakuasi nonwajib telah dikeluarkan bagi sekitar 600.000 orang di Jepang timur.

Baca juga: Topan Hagibis Mendekat, Listrik di Chiba Padam

Curah hujan sebagaimana yang diperkirakan menimbulkan kekhawatiran bagi penduduk Jepang. Badan Meteorologi Jepang pun memperingatkan gelombang pasang menjelang bulan purnama dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir.

Hal tersebut bersamaan dengan peringatan akan terjadinya angin kencang, gelombang tinggi, tanah longsor, dan banjir serius untuk sejumlah besar wilayah Honshu.

Sementara itu, meski pusat badai masih berjarak ratusan kilometer di Pasifik, hujan deras disertai angin kencang bak tornado telah mengoyak beberapa rumah di Chiba, sebelah timur Tokyo.

Sedikitnya lima orang telah dilarikan ke rumah sakit dan satu orang dilaporkan telah tewas.

"Seorang lelaki berusia 49 tahun ditemukan di sebuah truk mini yang terguling. Dia dikirim ke rumah sakit namun dipastikan ia telah meninggal," ujar seorang juru bicara Pemadam Kebakaran Ichihara di Chiba, Hiroki Yashiro, kepada AFP.

Badan Meteorologi Jepang telah memperkirakan hujan deras mencapai hampir 20 inci akan melanda wilayah Tokyo dalam kurun waktu 24 jam hingga Minggu (13/10) siang, dengan lebih banyak curah hujan akan mengguyur wilayah Tokai pusat.

Badai tersebut juga telah memaksa pembatalan dua pertandingan Piala Dunia Rugby, dan mengganggu Grand Prix Suzuka, serta membuat lebih dari 1.600 penerbangan batal terbang.

Media setempat memberitakan Hagibis diprediksi akan menjadi badai pertama dengan peringkat sangat kuat yang menghantam Pulau Honshu, pulau utama Jepang tempat ibu kota berada, sejak 1991 lalu.

Hagibis menghantam Jepang hanya beberapa minggu setelah Topan Faxai menghantam wilayah Jepang dengan kekuatan yang sama dan mengakibatkan dua orang tewas serta meninggalkan kerusakan parah di wilayah Chiba. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT