12 October 2019, 08:00 WIB

Setoran Pajak dari Situs Belanja Daring Capai Rp59 Miliar DIREKT


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA FOTO/Lucky R
 ANTARA FOTO/Lucky R
Warga menggunakan perangkat laptop untuk berbelanja daring.

DIREKTUR Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto menuturkan pendapatan negara dari pajak situs belanja dalam jaringan (daring) selama kurun waktu 1.5 bulan mencapai Rp59,7 miliar.

Pendapatan itu tercatat per 11 Oktober 2019. Andin mengatakan pendapatan itu berasal dari tiga situs belanja daring yakni Tokopedia, Bukalapak, dan Finnet yang telah resmi menjadi agen pembayaran pajak.

"Saat ini penerimaan negara melalui lembaga persepsi lain, yang diluncurkan pada 23 Agustus, per hari ini, 11 Oktober, jadi sekitar 1,5 bulan, totalnya sudah ada Rp59,7 miliar," kata Andin, di kantornya, Jumat (11/10).

Jumlah tersebut didominasi transaksi melalui Tokopedia 90% atau setara Rp53,73 miliar, Bukalapak 9%, dan Finnet sebesar 1%.

Baca juga: 12 Tahun Berjalan, Kompetisi WMM Jaring Puluhan Rubu Wirausaha

Saat ini, pihaknya juga telah menerima permintaan dari platform lain untuk dapat menjadi agen pembayaran pajak serupa.

"Kami juga sedang menerima permohonan beberapa lembaga persepsi lainnya," ungkapnya.

Potensi penerimaan pajak melalui situs belanja daring dinilai sangat besar.

"Walaupun angkanya Rp59,7 miliar tetapi bagi UMKM bayar pajak Rp5 juta itu sangat menunjukkan minat sekali," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pembayaran pajak melalui platform tersebut dapat dilakukan melalui sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang merupakan penyempurnaan dari MPN G2.

MPN G3 diakui juga dapat menerima setoran penerimaan negara hingga 1.000 transaksi per detik atau meningkat signifikan dari hanya 60 transaksi per detik pada MPN G2.

Diketahui, MPN merupakan salah satu sistem utama di Kemenkeu. Pada 2018, Rp1.904 triliun penerimaan negara disetor melalui MPN. Sementara penerimaan yang berasal dari potongan Surat Perintah Membayar dan setoran langsung ke rekening kas negara.

MPN juga memproses 95,1 juta transaksi yang meliputi 94,9 juta transaksi rupiah dan 174 ribu transaksi dalam dolar Amerika Serikat (AS).

Hingga 15 Agustus 2019, MPN telah memproses setoran penerimaan negara sebanyak 58,3 juta transaksi pada sebanyak 83 bank atau pos persepsi mitra MPN. (OL-2)

BERITA TERKAIT