12 October 2019, 00:14 WIB

Jonan Minta Pertamina Tambah Kapal Pengangkut BBM di Lembata


Alexander P. Taum | Nusantara

MI/Alexander P. Taum
 MI/Alexander P. Taum
Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan BBM Stau Harga di Lembata, NTT

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menginstruksikan Dirut Pertamina Pusat untuk menambah armada angkut atau transportir BBM yang kerap menghambat penyaluran BBM ke Lembata.

Ia meminta penambahan dua hingga tiga armada angkut Laut yang selama ini hanya 1 kapal laut dengan daya angkut BBM 30 Ton.

“Tadi pa Bupati bilang ini satu pulau cuman satu (kapal pengangkut BBM), bikin 3 lah, kalau satu mogok nanti gimana, terus juga angkutan lautnya pilihannya memang dua, satu dengan kapal yang lebih besar, kalau kapal lebih besar harus merubah pelabuhan, ini terlalu lama. Kalau bisa kapalnya seperti sekarang aja, tetapi ditambah mungkin dua atau tiga. Jadi saya kira ini bisa jalan,” ujar  Jonan, Jumad (11/10) di Lembata.  

Dalam kesempatan meresmikan 13 panyalur BBM satu harga di Lembata, Jumad (11/10) Jonan juga  menjawabi permintaan Bupati Lembata, Eliazer Yenji Sunur guna membantu sejumlah fasilitas sehubungan pemanfaatan energi di Lembata.

Eliazer Yenji Sunur, dalam sambutannya, Jumad (11/10) mengatakan distribusi BBM di kabupaten Lembata dilayani oleh satu APMS, dengan dilayani kuota BBM bersubsidi  11.338 ton per tahun,

Baca juga : Target Penyaluran BBM Satu Harga Tercapai Lebih Cepat

BBM nonsubsidi sebanyak 3.720 Ton per tahun. Keseluruhan sebanyak 15. 108 ton per tahun.

Sementara kebutuhan volume BBM yang harus dipenuhi, antara lain untuk nelayan 470,4 ton per tahun, pertanian, 45 ton per tahun, proyek pembangunan, khususnya untuk BBM nonsubsidi Pertalite dan dexlite, 30.360 ton per tahun, total kebutuhan saat ini, 30.875 combat Ton per tahun.

"Terjadi defisit sehingga perlu penambahan kuota BBM  di Lembata," kata Eliazer.

Sedangkan Daya Angkut BBM dari Larantuka ke Lembata, tersedia saat ini baru mencapai 30 Ton hanya untuk melayani 1 APMS, kalau sudah ada dua SPBU, Bupati memprediksi tidak akan tidak terlayani dengan baik.

“Bisa saja SPBU ada yang kosong, dan APMS tidak bisa melayani masyarakat. Ini persoalan, distribusi angkutan tranportir melalui angkutan laut menjadi perhatian Bapak Menteri, supaya bisa terlayani dengan baik, termasuk transportir darat. Yang saya dengar ini tengkinya 30 ton, 4 tangki 120 ton, sanggupnya 240 ton dengan angkutan yang tersedia, tidak bisa,” ujar Eliazer

Eliazer  juga menyampaikan terima kasih kepada presiden Joko Widodo, melaui program Nawacita, Menteri ESDM, Kepala BPH Migas, Dirut PT Pertamina yang sudah menyetujui pemberian Ijin pembanguna SPBU di Kabupaten Lembata, yang baru saja diresmikan, (OL-7)

BERITA TERKAIT