12 October 2019, 05:00 WIB

Sastra Jadi Media Penyebarluasan Nilai-Nilai Luhur


(RS/H-1) | Humaniora

 MI/rutasuryana
  MI/rutasuryana
Gubernur Koster hadiri Seminar Internasional Sastra Indonesia di Bali

PERADABAN Bali bertumpu pada aksara, mantra, dan sastra. Aksara dan mantra itu menjadi titik pusat dari ritus-ritus religius Bali, sedangkan sastra merupakan mata air yang tak pernah kering bagi penciptaan berbagai bentuk kesenian Bali.

"Peran penting kesusastraan menjadi media mengekspresikan keindahan dan kemampuannya menjadi media untuk merekam, menyimpan, serta menyebarluaskan nilai luhur, serta kearifan lokal yang penting dalam perjalanan manusia Bali untuk menjadi lebih baik," ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Seminar Internasional Sastra Indonesia 2019 di Denpasar, kemarin.

Seminar kali ini sesuai visi Pembangunan Bali 2018-2023, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru. Seminar mengangkat tema Sastra, lingkungan, dan kita yang khusus memberi perhatian bagaimana kesusastraan dapat memengaruhi cara pandang dan bertindak manusia dalam kaitannya dengan alam. (RS/H-1)

BERITA TERKAIT