11 October 2019, 22:30 WIB

Tanker Iran Dihantam Rudal


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Lokasi kapal tanker Iran yang dihantam rudal

SEBUAH tanker minyak Iran di Laut Merah mengalami ledakan dan diduga setelah dihantam dua roket, Jumat (11/10), di lepas pantai Arab Saudi. Kapal yang menjadi sasaran serangan diketahui bernama Sabiti milik National Iranian Oil Company (NIOC).

Serangan itu menyebabkan Sabiti terbakar. Minyak mentah yang diangkutnya pun luber ke laut sepanjang 93 kilometer. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Perusahaan tanker nasional Iran, National Iranian Tanker Company, mengatakan lambung kapal tanker dihantam oleh dua ledakan terpisah di lepas pantai Saudi. Mereka menyebut kemungkinan disebabkan oleh serangan rudal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Sayyed Abbas Mousavi, mengungkapkan tak ada korban tewas dalam serangan terhadap tanker milik negaranya di dekat pelabuhan Jeddah, Arab Saudi, Jumat (11/10). Para awak kapal dalam kondisi aman.

Mousavi mengungkapkan, saat ini penyelidikan terhadap serangan itu sedang dilakukan. "Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa tindakan sabotase terhadap tanker Iran telah dilakukan di Laut Merah dan penyelidikan sedang dilakukan," ujar Mousavi, dikutip laman Mehr News Agency.

Perusahaan tanker nasional Iran mengatakan lambung kapal itu dihantam oleh dua ledakan terpisah sekitar 100 kilometer (60 mil) di lepas pantai Saudi.

"Semua awak kapal selamat dan kapal stabil juga," kata NITC, seraya menambahkan mereka yang ada di kapal berusaha memperbaiki kerusakan.

Tidak ada tanggapan langsung dari Arab Saudi. Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat, yang mengawasi Timur Tengah, mengatakan mengetahui insiden itu, tetapi menolak untuk segera berkomentar lebih lanjut.

 

Harga minyak melonjak

Harga minyak melonjak lebih dari dua persen di tengah insiden ledakan tanker milik Iran, yang disebut akibat hantaman rudal oleh serangan teroris.

Peristiwa ini kian mengipasi ketegangan di kawasan yang tetap tinggi setelah serangan bulan lalu pada dua fasilitas minyak mentah utama Arab Saudi.

Insiden itu membuat harga brent melonjak 2,3% menjadi US$60,46, sedangkan west texas intermediate melonjak 2,1% menjadi US$54,69. Harga sudah naik di tengah meningkatnya harapan terobosan dalam pembicaraan perdagangan Tiongkok-Amerika Serikat.

Insiden ini terjadi setelah serentetan serangan terhadap lalu lintas ekspedisi di/ dan sekitar jalur penting ke Teluk.

Peristiwa itu diperkirakan akan meningkatkan ketegangan antara Iran dan Saudi. Hubungan kedua negara telah memanas sejak dua fasilitas minyak Saudi, Aramco, diserang pada 14 September lalu.

Serangan itu dilancarkan dengan mengerahkan 18 pesawat nirawak dan 7 rudal jelajah. Sebanyak lima persen produksi minyak dunia terpangkas.

Washington menuduh Teheran menyerang kapal-kapal dengan ranjau. Tudingan itu langsung dibantah keras oleh Teheran. (IRNA/AFP/AlJazeera/I-1)

BERITA TERKAIT