11 October 2019, 20:05 WIB

Atasi Tindak Kekerasan, Prabowo Dorong Peran Tokoh Agama


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

Antara/Yulius Satria Wijaya
 Antara/Yulius Satria Wijaya
Ketua Umum Partai gerindra Prabowo Subianto

TINDAKAN penyerangan yang terjadi pada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dalam kunjungan kerjanya di Pandeglang, Banten, disesali oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ia pun minta semua pihak untuk bersatu untuk melawan segala jenis tbentuk-bentuk kekerasan di Indonesia.

"Saya kira kita harus besatu menghadapi bentuk-bentuk seperti ini, pendidikan, para pemimpin, semua sektor, bidang dan terutama pemimpin agama berani mendidik dan mengajarkan untuk menghindari bentuk-bentuk kekerasan seperti ini," kata Prabowo di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10)

Dia menjelaskan, kejadian yang menimpa Wiranto merupakan sebuah musibah. Oleh karena itu, ia tidak melihat adanya sistem yang disebut kecolongan dari pengamanan

"Aksi-aksi seperti ini liar, sangat sulit untuk dicegah," sebutnya.

Baca juga : Jenguk Wiranto, Prabowo : Penyerangan itu bukan Budaya Indonesia

Terkait adanya rekayasa dalam kasus penusukan Wiranto. Prabowo mengaku tidak sependapat dengan perihal tersebut.

"Yang jelas saya lihat tadi, ada berapa mungkin ada sembilan dokter senior dari TNI, saya tidak melihat ada rekayasa," pungkasnya.

Sebelumnya Kepala BIN Budi Gunawan mengatakan pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam

Wiranto yang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara merupakan anggota Jaringan JAD Bekasi. Menurut dia, Abu Rara diketahui sering berpindah-pindah tempat tinggal.

"Bahwa dari 2 pelaku ini kita sudah bisa mengindentifikasi bahwa pelaku adalah dari kelompok JAD Bekasi. Kita tahu bahwa saudara Abu Rara ini dulu adalah dari sel JAD Kediri kemudian pindah," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (10/10).

Baca juga : Kerusuhan Wamena, Penusukan Wiranto, dan Hanum Rais soal Kehapus

Budi menambahkan, pihaknya telah mendeteksi keberadaan Abu Rara saat berada di Bogor. Namun, dia bercerai dan pindah ke kawasan Menes Pandeglang.

"Sudah kita deteksi pindah ke bogor, kemudian karena cerai dengan istri pertama pindah ke Menes san difasilitasi oleh salah satu Abu Syamsudin, JAD," sebutnya.

Saat ini, Wiranto masih dirawat intensif dan menjalani operasi di bagian perutnya akibat luka tusukan tersebut.

Wiranto diserang sekitar pukul 11.50 WIB di Menes, Pandeglang, Banten. Pria  bernama Abu Rara itu kemudian diamankan bersama seorang perempuan yang diketahui sebagai istrinya bernama Fitria Andriana. (OL-7)

BERITA TERKAIT