11 October 2019, 19:00 WIB

Kejaksaan Komitmen Menjujung Keadilan dan Kebenaran


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Jaksa GAung H Prasetyo saat melantik pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung

SELURUH insan Korps Adhyaksa diingatkan untuk terus menjalankan komitmen bersama selaku aparat penegak hukum. Jaksa juga penting membangun kesadaran dan konsistensi dalam merepresentasikan janji bahwa negara akan selalu hadir untuk mengurus, melayani, melindungi, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Hal itu dikemukakan Jaksa Agung HM Prasetyo disela-sela acara pelantikan, pengambilan sumpah, dan serah terima jabatan 7 kepala kejaksaan tinggi dan 11 pejabat eselon II di Sasana Baharuddin Lopa, Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (11/10).

Dalam upaya memberikan pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan, sambung dia, para jaksa tidak boleh membeda-bedakan suku, agama, dan golongan. Pelaksanaan tugas dan tanggungjawab penegakan hukum pun dituntut untuk tetap menjunjung tinggi keadilan, kebenaran dan kemanfaatan.

"Komitmen dan pernyataan dimaksud mengandung prasyarat bahwa negara harus kuat dan tidak lemah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, termasuk dalam penegakan hukum," kata Prasetyo.

Selain penekanan tersebut, Prasetyo juga meminta jajarannya melakukan konsolidasi diantara segenap personel dan satuan kerja. Diharapkan konsolidasi itu dapat menciptakan harmonisasi, sinergitas, kesamaan paham, pandangan, termasuk melahirkan kesatuan pikiran, sikap dan tindakan untuk mendorong akslerasi peningkatan kinerja dan pencapaian target serta tujuan yang direncanakan.

Baca juga : Kejaksaan RI Tingkatkan Koordinasi Antarnegara

Jaksa Agung mengimbau seluruh anak buahnya agar senantiasa melakukan monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala. Langkah itu meliputi kebijakan yang sudah dan sedang dilakukan, mencegah terjadinya kegagalan dan menghindari kemungkinan terulangnya peristiwa kejadian negatif di masa lalu, khususnya yang memerlukan pembenahan, penertiban, koreksi dan perbaikan.

"Selayaknya pula kita belajar mengetahui berbagai kekurangan, kelemahan, dan kesalahan yang pernah terjadi. Selanjutnya memperbaiki dan mengembangkan kapasitas organisasi agar menjadi lebih baik, sebagai bentuk upaya peningkatan dedikasi dan prestasi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," kata dia.

Prasetyo optimistis pelbagai upaya untuk penguatan satuan kerja oleh seluruh jajaran di lingkungan Kejaksaan RI akan berbuah manis, serta menghadirkan institusi kejaksaan yang relevan, bernilai guna, dan dapat diandalkan di tengah perkembangan dan tuntutan zaman.

"Dengan demikian kejaksaan akan mampu berkontribusi memberikan solusi, menjawab berbagai tantangan, dan persoalan yang sedang dihadapi bangsa, baik saat ini maupun disaat mendatang," terang dia.

Pada kesempatan itu Prasetyo membeberkan bahwa 3 dari 18 pejabat yang dilantik merupakan wanita. Promosi terhadap ketiga wanita itu sekaligus untuk membuktikan komitmen bahwa kejaksaan tetap memperhatikan kesetaraan gender.

Para pejabat tersebut ialah Kajati Lampung Diah Srikanti, Kepala Pusat Pemulihan Aset pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Agnes Triana, dan Kepala Biro Kepegawaian pada JAM Pembinaan Katarina Endang Sarwestri.

Selain ketiga pejabat itu, Prasetyo juga melantik Kajati Maluku Yudi Handono, Kajati Sulawesi Barat Darmawel Aswar, Kajati Jawa Timur Mohammad Dofir, Kajati Kalimantan Timur Chaerul Amir, Kajati DIY Masyhudi, dan Kajati Sulawesi Tenggara Raden Febriyanto.

Baca juga : Pemerintah Apresiasi Pengawalan TP4

Berikutnya, Sekretaris Jaksa Agung Muda Intelijen Sunarta, Inspektur Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Sartono, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri pada JAM Pembinaan Asep Nana Mulyana, dan Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya pada JAM Pidana Umum Rudi Prabowo Aji.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Yusuf, Direktur Sosial Budaya dan Kemasyarakatan pada JAM Intelijen Johanis Tanak, dan Direktur Tata Usaha Negara pada JAM Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) Deden Riki Hayatul Firman.

Selanjutnya, Direktur Tindak Pidana Terhadap Keamanan Negara, Ketertiban Umum, dan Tindak Pidana Umum Lainnya pada JAM Pidum Ely Shahputra; serta Direktur Ekonomi dan Keuangan pada JAM Intelijen Erbagtyo Rohan.

Menurut dia, pelantikan itu dilakukan setelah pimpinan Korps Adhyaksa melakukan pemantauan dan penilaian dari sisi kinerja. Pelantikan itu juga merupakan kebutuhan organisasi untuk pengisian sejumlah jabatan kosong.

"Kita harapkan dengan serah terima jabatan itu nantinya akan memperlancar tugas-tugas kejaksaan dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, terutama bagi para pencari keadilan di pusat dan daerah," katanya. (OL-7)

BERITA TERKAIT