11 October 2019, 18:40 WIB

Kerusuhan Wamena, Penusukan Wiranto, dan Hanum Rais soal Kehapus


Henri Siagian | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Polisi memeriksa rumah keluarga pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah di Medan Kota Medan. 

SELAMA sepekan terakhir (4-11 Oktober 2019), terdapat tujuh berita yang menarik perhatian. Mulai dari keterlibatan Benny Wenda dalam kerusuhan Wamena, penusukan Menko Polhukam Wiranto, dan putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, yang dicecar di media sosial (medsos) Twitter karena sempat mencuit komentar terkait penusukan Wiranto yang kemudian 'kehapus'.

 

1. Kerusuhan di Wamena, Papua.

Benny Wenda (Dok AFP)

PEMERINTAH tengah memburu dalang kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda disebut sebagai aktor yang menginstruksikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) untuk melakukan penyerangan."KKB itu dapat instruksi langsung dari Benny Wenda untuk menyerang pendatang dan lakukan kerusuhan di kota-kota," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, di Jakarta, Jumat (4/10).

Baca selengkapnya:Benny Wenda Perintahkan KKB Serang Pendatang di Wamena

 

2. Pangkalan Militer RI Antisipasi Ancaman    

Pesawat CASA NC-212 Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal melakukan terbang formasi saat peringatan HUT Ke-74 TNI. (Dok Antara)

Saat menjadi inspektur upacara HUT Ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Presiden Joko Widodo menyampaikan mengenai pembangunan pangkalan militer baru. "Dalam satu tahun terakhir, TNI telah menorehkan sejarah baru, yakni telah diresmikan pangkalan militer terbaru di Natuna dan empat lagi di Biak, Merauke, Morotai, dan Saumlaki," kata Jokowi.
Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Unpad, Muradi, menilai pembangunan empat pangkalan militer di Biak, Merauke, Morotai, dan Saumlaki adalah bagian dari menjaga kedaulatan NKRI.

Baca selengkapnya:4 Pangkalan Militer RI Antisipasi Ancaman

 

3. Selamati Rival Abadi

Mantan pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson dan mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger (Dok AFP)

Mantan pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mengucapkan selamat kepada rival abadinya, mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang mendapatkan penghargaan kehormatan dari badan amal Nordoff Robbins.
Wenger, 69, dianugerahi Legends of Football Hall of Fame atas usahanya menghadirkan permainan bola untuk badan amal yang menggunakan musik untuk memperkaya kehidupan orang berkebutuhan khusus.

Baca selengkapnya: Sir Alex Ferguson Ucapkan Selamat

 

4. Penikaman Menko Polhukam Wiranto

Polisi melakukan pemeriksaan rumah keluarga pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah di Medan Kota Medan. (Dok Antara)

Teman kecil penikam Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah, mengungkapkan sejumlah kelakuan Syahrial. Mulai dari pernah dipenjara karena membawa kawin lari seorang perempuan hingga mengonsumsi minuman beralkohol.  

Baca selengkapnya: Penikam Wiranto: Alumnus USU, Pernah Dipenjara dan Gemar Mabuk

 

5. Jadi Gubernur NTT Sehari

Esterlina Erlin Fernandes, 16, yang berkesempatan berperan menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). (MI/Palce Amalo)

Esterlina Erlin Fernandes, 16, siswa SMAN 3 Kupang berkesempatan berperan menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girl) pada 11 Oktober 2019.
Dia tidak terlihat gugup saat duduk di kursi kerja Gubernur NTT Viktor Laiskodat. Termasuk, saat menerima Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi.

Baca selengkapnya: Pelajar SMA Jadi Gubernur NTT Sehari, Gantikan Viktor Laiskodat

 

6. Jadi Bulan-bulanan di Twitter

Putri Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais. (Dok Antara)

PUTRI Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, menjadi bulan-bulanan warganet terkait cuitannya di Twitter mengenai penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto.
Hanum Rais, Kamis (10/10) pukul 15.14 WIB, mengunggah cuitan 'Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg. Playing victim.mudah dibaca sbg plot. Diatas berbagai opini ygberedar terkait berita hits siang ini. Tdk byk yg benar2 serius menanggapi. Mgkn krn terlalu byk hoax-framing yang slama ini terjadi."
Tidak lama berselang, Hanum menyebut tulisan tersebut terhapus, meski tulisan sebelumnya terlanjut diabadikan oleh warganet.

Baca selengkapnya: Hanum Rais, Penusukan Wiranto, dan Kehapus

 

7. Seruan Alumni IPB

Kampus IPB. (MI/Dede Susanti)

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) mendesak pihak universitas menertibkan seluruh civitas akademika yang diduga dan terindikasi terlibat dalam gerakan-gerakan anti-NKRI, mengampanyekan khilafah, menyebarkan berita bohong dan kebencian, serta memersekusi orang lain di ruang publik. Hal ini menindaklanjuti tertangkapnya dosen berinisial AB dalam kasus rencana kerusuhan.

Baca selengkapnya: Alumni IPB Desak Penertiban Gerakan Radikalisme di Kampus
 

BERITA TERKAIT