11 October 2019, 08:15 WIB

Pelaku Penembakan El Paso Mengaku tidak Bersalah


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/HO/El Paso Police Department
 AFP/HO/El Paso Police Department
Tersangka penembakan massal di El Paso Patrick Crusius

PELAKU penembakan di Texas yang menewaskan 22 orang mengaku tidak bersalah dalam sidang yang digelar Kamis (10/10).

Patrick Crusius, 21, dituduh melakukan aksi penembakan massal pada 3 Agustus lalu di sebuah toserba Walmart di Kota El Paso.

Saat ditangkap polisi, Crusius mengaku sengaja mengincar 'orang Meksiko'.

Menurut laporan media massa Amerika Serikat (AS), Crusius mengaku tidak bersalah atas dakwaan terhadap dirinya di Pengadilan El Paso.

Jaksa Texas mendakwa Crusius melakukan pembunuhan pada Agustus lalu, sehari pascapenembakan. Jaksa Wilayah El Paso Jaime Esparza, kala itu, menegaskan akan meminta hakim menjatuhkan hukuman mati.

Baca juga: Biden Ikut Serukan Pemakzulan Trump

Jaksa AS untuk Distrik Barat Texas John Bash kemudian menambahkan kasus itu akan diperlakukan sebagai terorisme domestik.

Crusius disebut mengemudi selama sembolan jam dari Allen, kota tempat tinggalnya, menuju El Paso, kota yang memiliki jumlah penduduk Hispanik tinggi.

Dalam rekaman video pengamaman Walmart, Crusius terlihat memasuki toserba itu menggunakan senapan serbu

Sebelum melakukan aksi penembakan massal itu, Crusius menerbitkan manifesto daring yang mengungkapkan ketakutannya atas 'Invasi Hispanik' di Texas.

Delapan dari korban aksi Crucius adalah warga negara Meksiko sementara mayoritas sisanya adalah warga AS keturunan Hispanik. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT