11 October 2019, 07:30 WIB

Literasi Politik Ampuh Tangkal Hoaks


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto.

LITERASI politik yang kuat dinilai bisa menjadi senjata melawan hoaks yang per-edarannya tidak terbendung. Penguatan pengetahuan politik warga dibutuhkan agar kualitas demokrasi tidak tergerus dampak buruk hoaks.

"Penguatan dan pemberdayaan pengetahuan politik warga negara melalui pendidikan politik yang berkelanjutan sangat penting. Literasi politik warga di berbagai komunitas dan daerah perlu diberikan secara menyeluruh," kata pakar komunikasi politik Gun Gun Heryanto dalam diskusi bertajuk Literasi Politik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, merajalelanya hoaks saat ini menjadi ujian baru bagi demokrasi di Indonesia. Derasnya informasi hoaks juga bisa merusak demokrasi. Karena itu, ia menegaskan literasi politik menjadi jalan keluar yang perlu ditumbuhkan untuk menjaga kualitas demokrasi.

Gun Gun melanjutkan literasi politik perlu dibangun di kalangan generasi anak muda yang akan menjadi ahli waris untuk mengembangkan demokrasi Indonesia ke depan. Indonesia bakal menghadapi bonus demografi sehingga angkatan muda berperan signifikan.

Menurutnya, migrasi yang akan menyedot kaum muda ke panggung politik ke depan perlu diantisipasi dengan kesiapan pengetahuan politik yang memadai.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq berpendapat li-terasi politik mutlak dibutuhkan masyarakat untuk menghadapi serbuan hoaks yang merajalela. Masifnya hoaks saat ini, ucap dia, tak terlepas dari literasi publik yang rendah mengenai politik.

Menurut Maman, hoaks merupakan persoalan kebudayaan yang perlu diatasi dengan jalur kebudayaan pula, yakni literasi. Regulasi pemerintah saja tidak akan cukup untuk membentengi masyarakat dari hoaks.

Pada diskusi yang sama, politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan kondisi politik saat ini cenderung bergejolak akibat merebaknya hoaks.

Ace menyayangkan hoaks yang beredar di media sosial dan layanan percakapan pribadi sering diyakini sebagai kebenaran. Ia pun sepakat hal tersebut diakibatkan mi-nimnya literasi politik.

"Yang terjadi sekarang banyak peristiwa politik yang disebabkan orang tidak memiliki literasi politik. Literasi politik sangat penting karena informasi yang benar itu sesungguhnya faktor kunci politik yang beradab," ucap Ace. (Dhk/P-2)

BERITA TERKAIT