11 October 2019, 07:10 WIB

Menkominfo Soroti Peralihan Industri Media


Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MI/Adi Maulana Ibrahim
 MI/Adi Maulana Ibrahim
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan sambutan dalam malam penganugerahan Piala Presiden Kompetisi Nasional Media 2019.

MENTERI Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, menyoroti peralihan industri media di era digital. Hal itu disampaikan Menkominfo saat hadir dalam pengumuman pemenang Piala Presiden Kompetisi Nasional Media, Kamis (10/10).

"Terima kasih atas catatan bunga rampai. Dari 34 tulisan, saya browsing ada 8 berkaitan dengan SDM kompetensi wartawan ke depannya. Ini juga menjadi konsen kita di media pers saat ini. Namun, saya lihat hanya satu media pers yang dimintakan kehadirannya oleh negara," kata Rudiantara di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Saat membaca, Rudiantara mengatakan seharusnya ada nilai yang perlu dibahas dalam artikel yang juara mengenai peralihan industri media ke arah digital.

"Saya coba membaca lebih dalam. Ternyata ada yang minta untuk membebaskan pajak kertas. Padahal, dengan berubahnya lanskap dari industri media ke arah digital, itu lebih harus diprioritaskan untuk membahasnya: bagaimana sebetulnya dalam konteks bisnis, modal bisnis apa yang lebih tepat di masa depan," ujar Rudi.

Rudi juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Pers tidak diganggu-gugat. Ia bahkan siap memasang badan untuk hal tersebut.

Penyelenggaraan Piala Presiden Kompetisi Nasional Media 2019 itu pun sudah berakhir. Panitia penyelenggara, Kamis (10/10) malam, mengumumkan  hasil kompetisi karya jurnalistik lintas platform tersebut.

Menurut wartawan senior Ninok Leksono, juri ahli dalam kompetisi tersebut, tidak semua kategori kompetisi melahirkan  pemenang.

"Penjurian Piala Presiden akhirnya memutuskan para pemenang dan memutuskan juara di Piala Presiden merupakan tantangan tersendiri," kata Ninok saat membacakan nomine di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (10/10) malam.

Dari sembilan kategori, kata Ninok, dua kategori tidak memiliki juara. Bahkan, sebanyak tiga kategori juara tertinggi hanya sampai urutan kedua.

"Pilihannya ialah menetapkan berdasarkan standar terbaik penyelenggara atau terbaik dari karya yang ada. Syarat karya yang baik adalah memiliki gagasan baru dan menawarkan solusi," ujar wartawan senior Kompas tersebut.

Alhasil, kata Ninok, panitia penyelenggara pun memutuskan tidak memberikan juara secara penuh pada setiap kategori. Bahkan, tidak memberikan juara sama sekali.

"Sebab pilihannya adalah menetapkan berdasarkan standar terbaik penyelenggara atau terbaik dari karya yang ada. Syarat karya yang baik ialah memiliki gagasan baru dan menawarkan solusi," ujar wartawan senior Kompas tersebut. (Iam/X-6)

BERITA TERKAIT