10 October 2019, 18:45 WIB

Gerakan Cinta Indonesia Kecam Aksi Penikaman terhadap Wiranto


Mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Gerakan Cinta Indonesia Kecam Aksi Penikaman terhadap Wiranto

GERAKAN Cinta (Gercin) Indonesia mengutuk keras aksi penusukan yang dilakukan kepada pejabat negara, yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Aksi ini merupakan salah satu bentuk teror terhadap pejabat negara serta rakyat Indonesia.

Seperti diberitakan, Wiranto ditusuk oleh warga yang diduga kuat sudah terpapar paham radikali pada Kamis (10/10) sekitar pukul 11.55 WIB bertempat di pintu gerbang lapangan Alun-Alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa aktor-aktor intelektual di belakang semua proses-proses penikaman terhadap Menkopulhukam yang merupakan pejabat negara. Peristiwa ini harus diusut dengan tuntas dan segera dipublikasikan secara luas dan gamblang kepada publik, siapa pelakunya? Sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat melakukan kontrol sosial di media dan publik dapat segera mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat di balik semua peristiwa tersebut," ujar Hendrik Yance Udam, Ketua Umum Gercin Indonesia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

 

Baca juga:  Stok Air Habis, Caritas Maumere Salurkan 287 Tangki Air Bersih

 

Lebih lanjut Gercin Indonesia meminta kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk meningkatkan pengamanan kepada Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin serta para pejabat negara yang ada menjelang pelatikan Presiden dan Wapres pada Minggu (20/10).

"Karena keselamatan Presiden dan Wakil Presiden harus di atas segala-galanya, sebab Presiden dan Wakil Presiden merupakan Lambang Negara RI yang wajib dijaga," kata Hendrik.

Gercin Indonesia juga meminta masyarakat agar tetap tenang pascainsiden penikaman yang menimpa terhadap Wiranto.

"Kami minta kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak panik dan justru perlu mendukung sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk dapat mendalami dan menyelesaikan kasus ini lebih dalam lagi," pungkas Hendrik. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT