11 October 2019, 05:00 WIB

Buru Perlengkapan Dapur dan Kamar Mandi


Tesa Oktiana Surbakti | Pernik

MI/TESA OKTIANA SURBAKTI
 MI/TESA OKTIANA SURBAKTI
Tren desain dapur dan kamar mandi yang tengah digemari masyarakat mengarah pada konsep minimalis modern dan Skandinavian.

Tren desain dapur dan kamar mandi yang tengah digemari masyarakat mengarah pada konsep minimalis modern dan Skandinavian.

KEBUTUHAN perlengkapan properti, baik apartemen, rumah, maupun perkantoran, diyakini terus meningkat. Perlengkapan itu termasuk dapur dan kamar mandi.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen itu, digelar pameran Kitchen+Bathroom Indonesia yang berlangsung 9-12 Oktober 2019.

Agenda tahunan itu menghadirkan beragam perlengkapan furnitur dapur, peralatan, dan aksesori kamar mandi.

Dari pantauan Media Indonesia, kemarin, pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, itu tidak terlalu ramai pengunjung. Kendati demikian, para peserta pameran optimistis jumlah pengunjung akan meningkat pada akhir pekan.

Sebanyak 31 peserta turut memeriahkan pameran. Peserta tidak hanya mencakup perusahaan industri terkait, tetapi terdapat pula beberapa asosiasi, seperti Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) dan Kontraktor Interior Desain Indonesia (KIDI).

"Memang belum terlalu ramai, mungkin pengunjung banyak datang di akhir pekan. Saya melihat tren permintaan akan naik," ujar Sekretaris Jenderal Kontraktor Interior Desain Indonesia (KIDI), Jariyanto, ketika ditemui di lokasi pameran.

Menurut Jariyanto, tren desain dapur dan kamar mandi yang tengah digemari masyarakat mengarah pada konsep minimalis modern dan Skandinavian. Salah satu peserta pameran, PT Livien Maha Karya, membawa produk perlengkapan dapur yang mengusung ciri khas Korea. Perusahaan dengan merek produk Livien tersebut memanfaatkan penetrasi budaya Korea yang diterima masyarakat Indonesia. Akan tetapi, perusahaan juga mendesain furnitur dan perlengkapan yang sesuai dengan keinginan konsumen.

"Ciri khas produk kami lebih ke Korean Style. Selain ada pekerja asal Korea di perusahaan, kami juga melihat budaya Korea semakin meluas di Tanah Air. Peluang pasar itu yang kami tangkap," kata Interior Designer PT Livien Maha Karya, Yoel Sugiarto.

Perusahaan tidak menargetkan jumlah transaksi dalam pameran, tapi lebih menyasar penguatan merek di mata konsumen. Apalagi, persaingan produk furnitur dapur dan kamar mandi semakin ketat karena diramaikan produk impor.

Ekspor

Berbasis di Surabaya, Jawa Timur, produk Livien sudah dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Nanti perusahaan yang fokus pada pembuatan furnitur, interior, dan home styling itu ingin memperluas jaringan pasar ke ranah internasional.

Yoel menggambarkan harga pembuatan kitchen set untuk kualitas dasar sebesar Rp7 juta per meter, dan kualitas bahan paling mahal dipatok Rp20 juta per meter. "Kami juga memanfaatkan pemasaran lewat e-commerce (perdagangan elektronik), seperti Tokopedia. Kontribusi penjualan daring cukup pesar terhadap penjualan keseluruhan," pungkas Yoel.

Ada pula PT Mulia Sukses Jaya yang mendistribusikan produk Ariston. Perusahaan ini menghadirkan beragam produk perlengkapan dapur, termasuk kompor gas, mesin kopi, dan kulkas built in.

Harga produk yang dijual berkisar Rp5 juta-Rp82 juta. Namun, perusahaan enggan menjabarkan target transaksi dalam pameran.

"Pencapaian transaksi biasanya akan terlihat pada dua hari terakhir pameran. Kami menargetkan transaksi besar, tapi animo masyarakat sejauh ini tidak terlalu besar. Kami berharap banyak pengunjung di akhir pekan," papar Sales Executive PT Mulia Sukses Jaya, Deddy Joe.

Seperti diketahui, pelemahan ekonomi global menekan pertumbuhan sektor properti yang diperkirakan stagnan pada tahun ini. Pelemahan sektor properti berdampak pada kinerja 174 industri terkait.

Hal itu diamini Deddy yang mengungkapkan permintaan produk Ariston mengalami penurunan. Belum lagi gempuran produk Tiongkok yang menawarkan harga lebih murah. (S-3)

BERITA TERKAIT