10 October 2019, 22:59 WIB

Menkeu : Ekonomi Digital Sebagai Proses Demokratisasi Ekonomi


Faustinus Nua | Ekonomi

Antara/Aditya Pradana Putra
 Antara/Aditya Pradana Putra
Menteri Keuangan Sri Mulyani

MENTERI Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia yang menurutnya bisa mencapai 40%. Ia menilai hal itu sebagai bagian dari proses demokratisasi ekonomi yang akan terus berkembang.

"Saya membayangkan yang disampaikan itu suatu proses democratization and a making economic Indonesia. Jadi bicara demokrasi itu bukan cuma masalah politik, setiap lima tahun kita voting pilih wakil rakyat. Namun kalau dari sisi ekonomi (demokrasi) yang tersebar di seluruh Indonesia dimana semuanya memiliki akses yang sama dan adil," kata dia dalam diskusi Dampak Tomopedia Terhadap Perkonomian Indonesia di Jakarta (10/10).

Menurutnya demokratisasi ekonomi adalah proses dimana semua masyarakat Indonesai mulai bisa menikmati akses yang disediakan pemerintah. Melalui akses tersebut masyarakat kemudian bisa menjadi pelaku ekonomi yang kreatif dan produktif.

"Siapa pun dan dimana pun bisa terkonek dengan listrik, internet dan infrastruktur, maka anda bisa menggunakan seluruh potensi anda menjadi pelaku ekonomi yang produktif. That's exactly keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Dijelaskannya lebih lanjut bahwa kehadiran platform digital seperti Tokopedia merupakan sebuah solusi yang dapat menghilangkan hambatan-hambatan yang ada. Kekuatan pasar muncul menjadi penentu perekonomian dan memberi nilai tambah serta kekayaan melalui kreativitasnya.

Baca juga : Tokopedia Bakal Sumbang Rp170 Triliun Bagi Ekonomi Indonesia

"Platform aplikasi Tokipedia memberikan jawaban terhadap berbagai halangan dari pelaku ekonomi untuk ekonomi produktifnya dan mendapat nilai tambah yang dianggap fair," tambahnya.

Sri Mulyani juga menambahkan bahwa Indonesiaa merupakan salah satu negara di Asia dan Asia Tenggara bahkan Dunia yang pertumbunan ekonomi digitalnya termasuk paling cepat. Setiap tahun sektor yang terbilang baru tersebut bisa tumbuh hingga 40%.

"Ekonomi secara umum saja tumbuh 5%. Jadi kalau kita bicara suatu sektor ekonomi yang bisa tumbuh 40% itu luar biasa," tuturnya.

Di samping itu ia juga mengingatkan manajemen platform digital seperti Tokopedia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanannya. Menurutnya pertumbuham yang begitu cepat juga punya konsekuensi yang besar bagi tata kelola perusahaan.

"Pertumbuhan ekonomi digital yang begitu besar menjadi unicorn, mereka harua mampu mempercepat fondasi tata kelola sehingga bisa mengimbangi public respon. Ini masalah manajemen yang growing sangat cepat pasti memberikan tekanan," katanya. (OL-7)

BERITA TERKAIT