11 October 2019, 04:10 WIB

Media Group Komitmen Kelola Sampah


(Sru/H-1) | Humaniora

Dok.Metro TV
 Dok.Metro TV
Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo (kiri) menyaksikan peletakan batu pertama pembuatan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Area Media Gro

MEDIA Group mengelola puluhan ton sampah yang dihasilkan setiap harinya menjadi material bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, budaya bersih dan peduli sampah menjadi standar baku yang harus dipraktikkan seluruh karyawannya.

Ketua Sistem Manajemen Lingkungan United Nation Global Compact Media Group Ronggo Sulistio mengemukakan hal itu pada acara peletakan batu pertama Tempat Pengolahan Sampah (TPS) di Kedoya Jakarta, kemarin. "Kami sudah cukup lama (April-Oktober) tidak membuang sampah ke Bantar Gebang, Bekasi. Sampah-sampah itu kami kelola sendiri dengan memisahkan jenisnya yang selanjutnya diolah," ucap Ronggo.

Dijelaskan, dalam sehari sampah organik yang dihasilkan Media Group sekitar 12 ton. "Semua diolah seperti yang anorganik menjadi sesuatu yang punya nilai energi alternatif. Minyak jelantah, misalnya, diolah juga dan rencananya akan dijadikan bahan material untuk B20. Limbah B3 juga kami olah dijadikan material energi alternatif pembakaran semen," tukasnya.

Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo menambahkan Media Group konsen dengan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Wujud dari komitmen tersebut dilakukan Media Group dengan membangun sekaligus menciptakan kesadaran bersama mengelola sampah di lingkungan Media Group.

Saat ini, sambung Suryopratomo, tantangan Media Group dan khususnya bangsa ini bukan pada penggunaan sarana pengelolaan sampah, tapi menciptakan budaya masyarakat yang bersih dan peduli. Hal itu bisa dimulai dari pembiasaan karyawan Media Group agar selalu peduli terhadap kebersihan dan masalah sampah.

Selanjutnya perilaku tersebut bisa berpengaruh ke orang lain dan lingkungan sehingga masyarakat tidak terjebak pada situasi menyalahkan produk. Dari upaya itu, Media Group diharapkan dapat menjadi percontohan bagi perusahaan lain dalam mengelola lingkungan serta mengambil peran penting dalam upaya pengurangan sampah di DKI Jakarta.(Sru/H-1)

BERITA TERKAIT