10 October 2019, 23:40 WIB

Generasi Milenial Didorong Menjadi Agen Perdamaian


MI | Internasional

ANTARA
 ANTARA
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi

MENTERI Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mendorong generasi milenial menjadi agen perdamaian, pembangunan, dan inovasi.

Pesan itu disampaikan Menlu Retno kepada 26 peserta Dialog Pemimpin Muda Indonesia-Korea Selatan (the 1st RI-ROK Young Leaders Dialogue) di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, kemarin.

Dialog Pemimpin Muda Indonesia-Korea Selatan merupakan salah satu hasil dari pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Seoul, September 2018.

Peran generasi muda sebagai agen perdamaian, menurut Retno, sangat diperlukan terutama pada abad ke-21 yang dipenuhi tantangan dengan masalah-masalah, seperti terorisme, ekstremisme, gerakan sayap kanan, dan nasionalisme sempit yang kian diterima sebagai norma baru.

"Anda perlu menggunakan suara dan kekuatan Anda untuk membalikkan tren ini. Jadilah pembawa pesan damai ke mana pun Anda pergi," kata Menlu.

Ia juga meminta generasi milenial untuk memanfaatkan kemajuan teknologi melalui platform internet dan media sosial untuk menyebarkan pesan damai dan toleransi. "Karena kita semua beragam, satu-satunya pilihan yang kita miliki ialah menghargai perbedaan kita," kata Retno.

Selain menjadi agen perdamaian, generasi milenial diharapkan berpartisipasi dalam proses pembangunan ekonomi dan pencapaian target-target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Yang tidak kalah penting, lanjut Retno, generasi muda juga harus menjadi agen inovasi seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom, mengatakan kegiatan Dialog Pemimpin Muda Indonesia-Republik Korea akan menyerap dan mengumpulkan ide, inspirasi, dan gagasan dari kaum muda.

"Dialog ini akan sangat berguna untuk pembangunan generasi berikutnya," ujar Kim.

Beragam peserta

Para peserta yang terlibat dalam acara ini berasal dari berbagai latar belakang, antara lain pengusaha, jurnalis, juru masak, pencipta aplikasi, pekerja travel, aktivis Palang Merah Indonesia, hingga kalangan petani. Kegiatan ini diputuskan untuk digelar setiap tahun.

Dalam dialog itu, para pemimpin muda saling bertukar gagasan dan saran untuk terus memperkuat hubungan Indonesia dan Korsel.

Dialog itu nantinya akan menghasilkan suatu rekomendasi kebijakan yang akan diserahkan kepada pemerintah. (Hym/Ant/X-11)

 

BERITA TERKAIT