10 October 2019, 20:45 WIB

Kabinet Harus Diisi Figur yang Bisa Bekerja Sama


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

MI/PERMANA
 MI/PERMANA
Ekonom & Politisi Indonesia Faisal H Basri (kanan)  saat menyampaikan menjadi narasumber pada diskusi IndoSterling 7. 

EKONOM Senior Indef Faisal Basri turut buka suara terkait susunan kabinet pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ia berharap pos-pos menteri diisi oleh sosok-sosok yang kredibel, kompeten, dan yang paling penting mau bekerja sama dalam satu frekuensi.

"Mau politisi, akademisi, profesional bebas saja, yang penting kredibel, kompeten dan mau kerja sama dalam sistem. tidak bersikap seenaknya dan semaunya sendiri," ujar Faisal di Jakarta, Kamis (10/10).

Baca juga: Jokowi Disarankan Pilih Calon Menteri yang Pancasilais

Selama ini, ia melihat banyak menteri yang sulit berkolaborasi dengan menteri-menteri lain. Hal itu membuat banyak regulasi yang tidak saling mendukung, bahkan cenderung tumpang tindih dan akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi.

"Seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, yang satu jalan ke kiri, yang satu lagi ke kanan. Tidak beriringan. Kebijakan di hulu tidak didukung kebijakan di sisi hilir. Begitu pun sebaliknya," tutur dia.

Kendati demikian, kata dia, bukan berarti tidak ada sosok menteri yang memiliki kinerja bagus dan bisa bekerja sama dengan baik.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono salah satunya.

"Menteri Basuki adalah sosok pemimpin yang kredibel. Dia bisa bekerja sama lintas kementerian dan lembaga," ujar Faisal. (Pra/A-3)

BERITA TERKAIT