10 October 2019, 19:35 WIB

Dari Wayang hingga Lukisan, Semua dari Daun


Zubaidah Hanum | Humaniora

Monika
 Monika
Istimewa

PEKAN Kebudayaan Nasional (PKN) diadakan di Istora Senayan, Jakarta, mulai dari 7 Oktober sampai 13 Oktober 2019 mendatang. Salah satu spot menarik yang bisa dikunjungi adalah seni daur ulang dari daun kering mulai dari wayang hingga lukisan diri.

Ya, wayang yang biasanya berbahan dasar kulit hewan seperti sapi, kini dibuat lebih kreatif dari daun kering. Berbahan dasar ringkih dan mudah rusak, membuat wayang daun memiliki harga jual yang lumayan mahal. Media daun juga digunakan untuk melukis. Misalnya, menggambar wajah atau tokoh publik di daun, typography bahkan sampai pemandangan.

Pemanfaatan limbah daun ini, selain bisa mengurangi sampah daun,juga menantang seniman untuk memanfaatkan bahan yang bisa didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan. Seniman dituntut untuk tidak hanya melukis diatas kanvas, tetapi bisa melukis diatas daun yang mudah rapuh.

Tak sedikit pengunjung yang takjub melihat hasil kreasi wayang maupun lukisan di daun. "keren banget, soalnya ngelukis dikertas aja susah apalagi didaun, salut banget sama pelukisnya," ucap Tiara salah satu pengunjung booth wayang daun.

Tidak hanya mengagumi seni melukis di atas daun, para pengunjung juga berkesempatan bertemu langsung dengan seniman yang membuatnya. Sang pelukis dengan senang hati mempraktikan dan mengajarkan pengunjung untuk mencoba melukis dengan media daun. Seniman bernama Andi itu memaparkan kesulitan yang dirasakan oleh pelukisan media daun kering sangat berbeda dengan yang melukis dengan media kanvas atau kertas.

"Perbedaan tekstur permukaan media menjadi alasan utama. Daun yang memiliki teksur berbulu, bergelombang dan rapuh membuat media daun memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa," ungkap Andi. (*/H-2)

BERITA TERKAIT