10 October 2019, 18:31 WIB

DPR Masih Lakukan Lobi Antar Fraksi Soal Pengisian Pimpinan AKD


Putra Ananda | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad

SEJUMLAH fraksi partai politik yang ada di DPR saat ini masih melakukan komunikasi politik dan lobi antar fraksi terkait penetuan pimpinan dan pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan setiap fraksi saat ini memang telah diberikan waktu khusus oleh pimpinan DPR untuk melakukan komunikasi politik.

"Semua pimpinan fraksi yang ada saat ini sedang saling berkomunikasi sehingga ketika nanti rapat konsultasi antara pimpinan DPR dan pimpinan fraksi sudah tidak terjadi lagi tarik menarik atau perbedaan pendapat," tutur Sufmi di Komplek parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).

Sufmi memastikan budaya musyawarah dan mufakat berjalan dengan baik di lingkungan antar fraksi yang ada di DPR. Proses lobi antar fraksi dan pembentukan AKD ditargetkan selesai sebelum pelantikan preisden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

"Saya pikir minggu depan sebelum pelantikan presiden sudah selesai," jelasnya.

Baca juga: Formappi: Pimpinan AKD Lamban Dibentuk, DPR Tidak Bisa Bekerja

Sufmi melanjutkan, setiap fraksi yang ada di DPR menghomarti kebijakan dari masing-masing fraksi lain. Gerindra sendiri dikatakn oleh Sufmi menargetkan untuk mengisi untuk memperoleh 2 pimpinan di salah satu komisi atau badan yang ada dalam AKD.

"Dua pimpinan itu sedang ditimbang-timbang yang mada dan juga hasil musyawarah dengan hasil fraksi lain," paparnya.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate menyebut fraksinya telah menyipakah tokoh dari berabagai politisi dan disiplin ilmu yang siap untuk bekerja ditempatkan sebagai pimpinan di berbagai AKD. Johnny menyebut, NasDem menyadari bahwa pimpinan yang akan ditempatkan dalam AKD harus mampu meningkatkan kualitas kerja DPR di mata masyarakat.

"Sehingga kami harapakan AKD yang akan dibentuk ini diisi oleh tokoh-tokoh yang mampu melakukan rebranding politik DPR RI. Sehingga reputasi dan citra DPR di hadapan masyarkat harus bisa baik melalui perbaikan kinerjanya yang nanti tentu diinisasi dan di kelola oleh sumber daya politik yang kompeten di DPR," ujarnya.

Johnny menyebut, saat ini fraksi-fraksi yang ada di DPR terus melakukan pembicaraan-pembicaraan strategis membahas pembagian-pembagian prosi pimpinan di antara fraksi-fraksi yang ada di DPR. Terdapat 2 pendekatan yang dilakukan oleh para fraksi yaitu pendekatan kegotongroyongan politik melalui mekanisme proposionalisme yang diatur secara proporisonal terhadap 9 fraksi yang ada di DPR.

"Atau pendekan yang dilakukan terkait dengan komposisi kekuatan hasil pemilu. Ada 2 metodei ini yang harus didiskusikan," ujar Johnny. (OL-4)

BERITA TERKAIT