10 October 2019, 17:25 WIB

Asyiknya Belajar Seni Kriya di PKN 2019


Galih Agus Saputra | Weekend

MI/Galih
 MI/Galih
Pengunjung sedang mengik lokakarya kriya di Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/10).

Sudah beberapa hari belakangan ini, Bondan Rastika berkunjung ke Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019. Ia sengaja datang jauh-jauh dari Cibubur agar dapat mengikuti salah satu kegiatan di PKN 2019: lokakarya kriya yang dipandu Hobi Kayu.

Hobi Kayu ialah komunitas pecinta dan perajin kayu di Indonesia yang berdiri sejak April 2015. Menurut Ketua Umum Hobi Kayu, Donny Kurniawan, di ajang PKN, mereka sengaja kembali membuka ruang untuk pengunjung di segala usia, baik yang sudah maupun sama sekali belum mengenal teknik kriya untuk dapat berkarya bersama.

Selain Bondan, ada juga pengunjung lain dari Depok yaitu Teti Nurbaeti. Kala ditemui Media Indonesia, Rabu (9/10), ia tengah memberikan sentuhan terakhir (finishing) pada pot bunga yang ia buat sendiri dengan didampingi instruktur dari Hobi Kayu.

"Saya sebelumnya belum banyak tahu tentang kriya dan kayu. Kalau ini, sebenarnya juga bisa jadi tempat dispenser. Saya buat dari pagi, lumayan bantuan dari instruktur jadi bisa tahu jenis kayu, cara memotongnya, cara menghaluskan, dan bagaimana mempliturnya. Setelah dari sini saya mungkin akan terus belajar. Siapa tahu bisa jadi usaha," tutur Teti sembari mengoleskan cat plitur dengan kuasnya.

Lain halnya dengan Teti, Bondan mengaku beberapa bulan belakangan ini memang sedang mendalami seluk beluk di dunia kriya dan perkayuan. Adanya lokakarya Hobi Kayu, lantas membuatnya semakin paham dengan teknik yang harus ia lakukan ketika membuat sebuah perabotan berbahan kayu.

Dari lokakarya itu pula, Bondan bahkan mengaku memperoleh pengalaman tambahan untuk membuat beberapa perabotan. Pada hari pertama, ia membuat meja kecil (side table), kemudian membuat kursi di hari kedua, dan telah selesai membuat perabotan serupa dengan milik Teti yaitu pot bunga di hari ketiga.

Bondan mengatakan bahwa ia dan peserta lainnya bahkan tidak perlu membawa alat dan bahan dari rumah. Seperti yang dijelaskan Donny, panitia sudah menyediakan berbagai macam perlengkapan termasuk bahan berupa palet kayu bekas kontainer.

"Palet kayu seperti ini memang memiliki corak yang menarik. Oleh karena itu, di sini kami mengajak peserta untuk mengolahnya, atau boleh dikatakan upcycle sehingga bahan-bahan seperti ini, yang nanti juga boleh dibawa pulang peserta, bisa memiliki nilai tambah dan daya jual," imbuhnya.

Saat ini, komunitas Hobi Kayu sudah membuka cabang dari Sabang sampai Merauke. Menurut Donny, komunitas itu memiliki misi besar yaitu menularkan budaya kreatif terhadap masyarakat. Selain membuka lokakarya di PKN 2019, mereka juga kerap membuka diskusi dan kelas di berbagai kota di Indonesia. (M-2)

BERITA TERKAIT