10 October 2019, 14:30 WIB

Pesisir Selatan Akan Kelola 750 Ha Hutan Bakau Untuk Wisata Alam


Yose Hendra | Nusantara

Antara
 Antara
Wisata Alam Mandeh 

HUTAN bakau atau mangrove seluas 750 hektare (Ha) di Kawasan Terpadu Mandeh (KWT), Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat, bakal dikelola menjadi kawasan wisata alam.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pessel, Darpius Indra, saat dihubungi, Kamis (10/10), mengatakan Dinas Lingkungan Hidup Pessel berencana memanfaatkan potensi hutan bakau di Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Mandeh sebagai lokasi wisata hutan bakau

Menurutnya, potensi hutan bakau di KWT Mandeh cukup luas untuk dikembangkan. Dia menambahkan, untuk menjadikan wisata hutan bakau di KWT Mandeh, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan melakukan studi banding ke Kampung Tengkalak, Desa Sukawarta, Perawang, Provinsi Jawa Barat, guna melihat pengelolaan dan penataan kawasan hutan bakau.

Dari hasil studi banding, sebutnya, ternyata secara geografis wilayah pengelolaan wisata hutan bakau di daerah tersebut tidak jauh berbeda dengan wilayah di Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan. Ada beberapa bibit bakau nantinya bisa dikembangkan, seperti bakau jenis api-api dan rigopuro.

"Kelompok Gempita di daerah itu cukup komit dalam mengembangkan hutan bakau," ujarnya.

baca buku: Wabup Pidie Setuju Gedung PCC Jadi Kantor Bupati

Lebih jauh Darpius menegaskan, jika kawasan hutan Bakau di KWT Mandeh sangat berpotensi dapat dikembangkan sebagai lokasi wisata hutan bakau. Untuk menjadikan kawasan WHB, Dinas Lingkungan Hidup siap menjemput anggaran ke Provinsi dan Pusat. Sementara itu, konsep wisata hutan bakau ini jalan menuju lokasi kawasan WHB akan segera dipersiapkan. (OL-3)

BERITA TERKAIT