10 October 2019, 12:01 WIB

Pemkab Blora Jemput Warganya dari Wamena


Akhmad Safuan | Nusantara

Mi/Akhmad Safuan
 Mi/Akhmad Safuan
Pemkab Blora menjemput Sugiono bersama istri dan anak serta adiknya yang merantau ke Wamena, di Bandara Internasional Juanda, Rabu (9/10).

SATU Keluarga terdiri dari lima orang warga Blora, Jawa Tengah dipulangkan ke kampung halaman untuk menghindari kerusuhan di Kota Wamena, Provinsi Papua beberapa waktu lalu. Suasana haru dan dipenuhi tangisan terjadi di Gang Koplak, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora ketika satu keluarga terdiri dari lima orang baru turun dari mobil yang menjemput di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Kelima warga Blora yang baru datang untuk menghindari kerusuhan di Wamena, Papua adalah pasangan suami-istri, adik dan anak-anaknya. Yakni Sugiono,42, Kriswi Astanti,36, Mohammad Faizal Rifai,20, Febrina Nabylla Putri,2, dan Alisa Sofea Putri,1. Mereka terlihat bergembira dan haru ketika turun dari mobil yang membawanya pulang ke kampung halaman, Kamis (10/10).

Pelukan hangat tidak hanya dari keluarga kelima warga Blora ini. Para tetangga dan teman-teman sekampung juga merasakan haru saat satu keluarga yang sudah sejak 2007 hidup di Papua itu terlihat tersenyum menyalami satu persatu. Mereka seakan tidak percaya bahwa keluarga ini selamat dari kerusuhan yang melanda Wamena.

"Kami sangat bersyukur bisa pulang kampung halaman dengan selamat, setelah mengalami peristiwa menakutkan di Wamena sana," kata Sugiono.

Ketika kerusuhan terjadi, lanjut Sugiono, satu keluarga mengungsi ke Yonif Raider 751/Wamena secara bertahap. Rombongan perempuan terlebih dahulu mengungsi kemudian menyusul para lelaki.

"Semua harta kami tinggalkan di sana. Kami hanya membawa barang yang menempel di badan," imbuhnya.

Sementara itu orangtua Kriswi Astanti, Mardiono,60, dan Aminah Suwartini,63, tidak bisa membendung rasa gembira ketika mengetahui keluarga anaknya pulang ke rumah. Mereka langsung memeluk anak menantu dan cucu-cucu.

"Sempat panik, takut, dan bingung karena beberapa hari lalu tidak bisa komunikasi. Jringan teleponnya diputus dua hari. Bahkan kalau bisa terbang, saya ingin menyusul ke Wamena," kata Mardiono.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Indah Purwaningsih mengatakan satu keluarga ini diterbangkan dari Wamena pada Rabu (9/10) siang dan transit di Makassar kemudian tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada malam hari. Mereka dijemput petugas dari Pemkab Blora dilanjutkan perjalanan darat menuju Blora.

"Atas arahan Bupati Blora, kita dari Dinsos P3A, bersama Baznas dan Bagian Kesra bisa memberikan bantuan pemulangan dari Wamena ke Blora," ujar Indah Purwaningsih.

baca juga: Tiga Rumah di Pesisir Pantai Cianjur Terendam Banjir Bugeul

Selain melakukan penjemputan, lanjut Indah, ke depan Dinsos P3A bersama beberapa pihak terkait akan mengupayakan agar keluarga ini bisa meneruskan kehidupannya dengan layak di Blora

"Kita telah berkoordinasi dengan Kemensos dan Baznas Kabupaten Blora. Kalau memang Pak Sugiono bersedia mengikuti proses rehabilitasi sosial dari Kemensos akan kita fasilitasi," tambahnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT