10 October 2019, 10:44 WIB

NATO Bela Operasi Turki di Suriah


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Tiziana FABI
 AFP/Tiziana FABI
Sekjen NATO Jens Stoltenberg

PAKTA Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyuarakan kepercayaan terhadap Turki dalam operasi kontraterorisme di Suriah timur laut. Namun, berapa anggota aliansi itu tidak mendukung langkah tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, pada konferensi pers di Roma, Italia, mengatakan Turki memiliki kekhawatiran keamanan yang absah setelah mengalami serangan teroris yang mengerikan dan menampung ribuan pengungsi.

Dia mengonfirmasi NATO telah diberitahu tentang operasi Turki yang sedang berlangsung di Suriah utara.

"Adalah penting menghindari tindakan yang selanjutnya dapat mengganggu kestabilan kawasan, meningkatkan ketegangan, dan menyebabkan lebih banyak penderitaan manusia," ujarnya.

"Saya mengandalkan Turki bisa bertindak dengan menahan diri dan memastikan tindakan apa pun yang mungkin dilakukan di Suriah utara adalah proporsional dan terukur," tambahnya.

Baca juga: Trump Sebut Operasi Turki di Suriah Ide Buruk

Stoltenberg akan membahas aksi militer dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, Jumat (11/10).

Dewan Keamanan PBB juga akan membahas Suriah pada Kamis (10/10) atas permintaan anggota Eropa.

Jerman dan Prancis mengkritik Turki karena langkah mereka dan meminta yang lain untuk bergabung dengan mereka.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas di Twitter menyuarakan kecaman paling keras atas serangan itu. Dia menuduh Turki mengancam kestabilan wilayah dan mempertaruhkan kebangkitan ISIS.

"Meminta Turki menghentikan serangan dan menyelesaikan kepentingan keamanan secara damai," tulisnya.

Menteri Urusan Eropa Prancis Amelie de Montchalin juga mengutuk operasi dalam beberapa menit setelah Ankara meluncurkan serangan lintas perbatasan.

De Montchalin mengatakan Prancis, Jerman, dan Inggris sedang mengerjakan deklarasi bersama yang isinya mengutuk keras kampanye Turki melawan milisi Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di timur laut Suriah.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok, Rabu (9/10), juga mengatakan ia telah memanggil duta besar Turki setelah Ankara melancarkan serangan militer ke Suriah.

"Belanda mengutuk serangan Turki di timur laut Suriah," kata Blok dalam sebuah pernyataan. "Kami menyerukan Turki untuk tidak melanjutkan jalan yang sedang mereka lalui."

Turki, Rabu (9/10), mengumumkan peluncuran Operation Peace Spring di timur Sungai Eufrat di Suriah utara untuk mengamankan perbatasannya dengan membersihkan unsur-unsur teroris. Harapannya untuk memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.

"Kami akan melindungi integritas wilayah Suriah, dan membebaskan orang-orang di kawasan itu dari cengkeraman teror," kata Erdogan. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT