10 October 2019, 08:40 WIB

Dana Desa Gairahkan Persepakbolaan Di Lembata


Alexander P. Taum | Nusantara

MI/Alex P Taum
 MI/Alex P Taum
Gala Desa, laga sepakbola antar desa yang didanai oleh dana desa di Kabupaten Lembata, NTT

ALOKASI dana desa  telah menggairahkan iklim persepakbolaan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Melalui even olahraga Gala Desa, setiap desa di kabupaten Lembata, diwajibkan menggelontorkan sejumlah anggaran maksimal Rp70 Juta per tahun, guna menghidupkan turnamen sepak bola antar desa dan antar kecamatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Lembata mewajibkan setiap desa menggelar turnamen Gala Desa didukung dana desa.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, dalam kesempatan pembukaan turnamen Gala Desa mengatakan, wajib hukumnya setiap desa menggelar turnamen Gala Desa guna memajukan persepakbolaan Lembata hingga ke kancah regional maupun nasional.

"Tujuan utama turnamen Gala Desa adalah untuk menggalang persatuan di Lembata. Memang melalui turnamen ini, kita akan mendapatkan tim sepakbola Lembata yang tangguh dan dapat berbicara di tingkat regional maupun nasional. Dana desa dapat dipergunakan untuk menggairahkan iklim sepak bola kita," ujar Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Kamis (10/10).

Turnamen Gala Desa tingkat Kabupaten Lembata, kini memasuki tahap semi final yang akan dilaksanakan Jumat (11/10). Pada pertandingan semi final Gala Desa tingkat Kabupaten Lembata tersebut  menampilkan para jawara yakni Belabaja FC mewakili Kecamatan Nagawutun akan berhadapan dengan Persedan FC wakil dari Kecamatan Ile Ape Timur, Sedangkan Ile Kimok FC wakil dari kecamatan Atadei berhadapan dengan Kodak FC wakil dari Kecamatan Ile Ape.

Fredrik Atapukan, pelatih kepala tim sepakbola Kecamatan Nagawutun (Belabaja FC), kepada Media Indonesia mengaku tim yang dipimpinnya itu masuk semifinal berkat dukungan dana desa.

"Dukungan pendanaan dari setiap desa di Kecamatan Nagawutun untuk tim Belabaja FC sejak babak penyisihan hingga masuk semifinal ini. Kami bersyukur karena antusiasme para kepala desa ini seiring harapan kepala desa seiring harapan pemerintah Kabupaten Lembata. Saya optimistis, turnamen Gala Desa ini akan menghasilkan tim
yang tangguh," ujar Fredrik.

baca juga: Kelor bukan Mistis Lagi

Ia berharap turnamen Gala Desa rutin dilaksanakan untuk mewujudkan persepakbolaan regional dan dan nasional. Selain itu, Fredrik meminta agar panitia konsisten para pemain yang berlaga di Gala Desa ini harus sesuai dengan KTP kecamatan mewakili daerahnya, bukan berpindah dari kecamatan satu ke kecamatan lainnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT