10 October 2019, 09:15 WIB

Rihanna Sebut Trump Alami Gangguan Mental


Basuki Eka Purnama | Hiburan

AFP/Angela Weiss
 AFP/Angela Weiss
Rihanna

RIHANNA menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai orang dengan gangguan mental terparah di Amerika terkait posisi orang nomor satu AS itu mengenai kepemilikan senjata api. Hal itu diungkapkan Rihanna dalam wawancara dengan majalah Vogue yang diterbitkan Rabu (9/10).

Ketika ditanya terkait penembakan yang terjadi berbarengan pada tahun ini di El Paso dan Dayton, penyanyi yang baru saja menempatkan diri sebagai tokoh papan atas di dunia festen itu menyebut kekerasan senjata api di AS sudah sangat mengkhawatirkan.

Selepas penembakan pada Agustus itu, Rihanna mengkritik komentar Trump yang menyebut penembakan itu terjadi akibat dari gangguan mental.

Baca juga: Joaquin Phoenix Diet Ekstrem Demi Joker

"Orang terbunuh menggunakan senjata perang yang mereka beli secara resmi. Itu tidak normal. Itu seharusnya tidak terjadi," ujar Rihanna kepada majalan fesyen yang untuk keenam kalinya menempatkan dirinya sebagai cover.

"Dan fakta hal itu diklasifikasikan sebagai sesuatu yang berbeda karena warna kulit mereka adalah sebuah tamparan. Itu sangat rasis."

"Jika pelaku penembakan itu adalah orang Arab saya yakin Trump tidak akan secara publik menyebut aksi penembakan itu terjadi karena masalah gangguan mental."

"Saya rasa orang dengan gangguan mental paling parah di negara ini adalah presidennya," imbuh penyanyi berusia 31 tahun itu.

Awal tahun ini, Rihanna mencabut katalognya dari kesepakatan lisensi entitas politik. Hal itu berarti Trump tidak bisa menggunakan lagu milik Rihanna saat berkampanye. (AFP/OL-2)

BERITA TERKAIT