10 October 2019, 07:20 WIB

Indonesia-Singapura Sepakati Kendali Ruang Udara


Tesa Oktiana Surbakti | Internasional

AFP/FELINE LIM
 AFP/FELINE LIM
Presiden RI Joko Widodo Bersalaman dengan PM Singapura Lee Hsien Loong di Istana Kepresidenan Singapura.

INDONESIA dan Singapura telah mencapai kemajuan dalam negosiasi flight information region (FIR) atau kendali ruang udara. FIR yang dibicarakan terkait dengan ruang udara yang mencakup wilayah teritorial RI dan zona ekonomi eksklusif di wilayah Kepulauan Riau.

"Kedua negara telah melakukan kesepakatan terhadap framework pada 12 September. Kemudian pada 7 September, tim teknis masing-masing sudah bertemu. Kami harapkan kesepakatan bisa dicapai dalam waktu dekat. Prosesnya dirasa lama karena negosiasi harus memberikan win-win solution," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan resmi seusai mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pertemuan Tahunan Pimpinan Indonesia-Singapura di Singapura, kemarin.

Menurut Luhut, dari sisi sumber daya manusia dan peralatan, Indonesia siap untuk mengambil alih.

Sementara itu, pakar hukum udara sekaligus dosen Universitas Pertahanan, Kolonel (Pnb) Supri Abu, menyebut negosiasi FIR harus memperhatikan kedaulatan Indonesia. "FIR yang berada di laut bebas itu berhubungan dengan kedaulatan, tidak bisa dipisahkan," kata Abu saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Hal yang bisa merugikan, imbuhnya, ialah Indonesia mengakui hak Singapura, khususnya soal ruang udara di Natuna yang sudah ditetapkan Singapura sebagai area latihan militer. Abu yang sudah melakukan kajian akademis soal FIR itu khawatir jika framework yang dijadikan dasar negosiasi, justru bisa melemahkan Indonesia.

Sumber: Antara

 

Bidang ekonomi

Menteri Luhut mengatakan Indonesia dan Singapura juga telah melakukan perjanjian ekonomi tentang pertukaran data elektronik untuk memfasilitasi dan mengamankan perdagangan yang menghubungkan fasilitas satu atap e-customs.

Singapura ialah salah satu investor terbesar di Indonesia. Pada 2018 total investasi Singapura mencapai US$9,2 miliar, naik 8,9% ketimbang tahun sebelumnya.

Kesepakatan lainnya ialah kerja sama antara Arsip Nasional Singapura yang berada di bawah Dewan Perpustakaan Nasional dan Arsip Nasional Indonesia.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyebut RI dan Singapura juga telah menyepakati perpanjangan kerja sama keuangan bilateral antara BI dan Otoritas Moneter Singapura dalam bentuk pertukaran mata uang lokal dan transaksi repo. (Tes/Mal/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT