10 October 2019, 05:20 WIB

Royal Enfield Himalayan Taklukkan Himalaya


(Cdx/S-3) | Otomotif

DOK. ROYAL ENFIELD
 DOK. ROYAL ENFIELD
 Royal Enfield, pabrikan sepeda motor asal India

BERKENDARA ke Pegunungan Himalaya menjadi impian banyak penggemar sepeda motor. Maklum, kawasan ini menjadi salah satu rute bermotor terberat di dunia karena memiliki cuaca ekstrem.

Salah satu perusahaan yang rutin mengadakan perjalanan itu ialah Royal Enfield, pabrikan sepeda motor asal India. Nah, pada Agustus lalu, 19 rider Indonesia melakukan sembilan hari perjalanan di kawasan menantang yang berlokasi di India bagian utara itu.

Di antara para pengendara itu terdapat selebritas Darius Sinathrya dan sang istri, Donna Agnesia. Mereka menunggangi Royal Enfield Himalayan seharga Rp95,4 juta. Acara berjuluk Moto Himalaya 2019 tersebut digelar untuk pertama kali secara eksklusif untuk pengendara asal Indonesia.

Kuda besi itu memang dirancang untuk kondisi berbagai medan jalan, bahkan medan tanpa jalan. Himalayan dibangun dengan menyatukan pengalaman berkendara selama 60 tahun di Pegunungan Himalaya.

Business Head Asia Pacific Royal Enfield, Vimal Sumbly, mengatakan bahwa sebagai merek sepeda motor global, Royal Enfield telah menangkap imajinasi para penggemar sepeda motor. "Royal Enfield Himalayan menginspirasi banyak orang untuk terus berkendara dan menikmati berkendara yang sesungguhnya," tuturnya di Royal Enfield Store, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (3/10).

Himalayan dibekali suspensi yang panjang, posisi berkendara yang tegak, dan mesin dengan torsi tinggi. Seluruh bagian mesin bekerja secara harmonis dalam memanfaatkan energi sepeda motor untuk menaklukkan berbagai kondisi jalan.

Darius pun berbagi cerita. Perjalanan sembilan hari yang cukup melelahkan itu, menurutnya, terbayar dengan kebanggaan tersendiri karena berhasil menyelesaikan perjalanan tersebut.

"Berkendara di Pegunungan Himalaya merupakan pengalaman yang tidak dapat ditemukan di mana pun. Emosi yang dirasakan dan kemampuan untuk terus fokus membedakan perjalanan ini dengan perjalanan adventure lain," ujar Darius

Ia memaparkan kondisi infrastruktur jalan di sana sebagian besar sudah diaspal, bahkan ada yang masih baru sehingga sangat mulus. "Sekitar 85%-90% baguslah, sisanya yang agak-agak off road," ujar Darius.

Wisnu 'Gareng' Guntoro Adi yang menjadi 'road captain' dalam perjalanan tersebut turut mengisahkan bahwa pihaknya juga sempat melewati sungai gletser yang arusnya sangat deras dengan kedalaman sekitar setengah roda.

Di sisi lain, Darius menyoroti tantangan terbesar perjalanan bukan kondisi jalan, melainkan ketinggian. Hal itu terasa saat melewati ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut (dpl) dan bermalam pada 4.200-4.300 meter dpl selama enam hari untuk penyesuaian.

"Di ketinggian 4.000 meter dpl, udara menipis dan otak kita akan kekurangan asupan oksigen. Jadi sekelas Einstein pun akan sama saja kecerdasannya dengan penduduk lokal," ujar Gareng. Dengan kata lain, sangat sulit berpikir jernih pada saat itu jika dalam perjalanan menemui kendala.

(Cdx/S-3)

BERITA TERKAIT