10 October 2019, 04:45 WIB

Serbuk Ajaib Pembebas Krisis Air


.(Aiw/H-1) | Humaniora

Dok.MI/Duta
 Dok.MI/Duta
serbuk ajaib yang dia beri nama IO-PORI.

AIR ialah sumber kehidupan. Keberadaannya harus terjamin, memenuhi syarat sehat, dan tidak boleh tercemar bahan-bahan berbahaya. Namun, di masyarakat, keberadaan dan kondisi air bersih masih menjadi masalah serius.

Masalah itu kini mulai terurai, setelah Muhammad Urfaa Falaq Pur-nomo berhasil menemukan serbuk ajaib yang dia beri nama IO-PORI. Sarjana Teknik Fisika ITS Surabaya itu minggu lalu hadir di acara Inovator Inovasi Expo (I3E) 2019 yang diadakan Kemenristek-Dikti di Jakarta Convention Centre. Dalam pameran itu Urfaa mengenalkan temuannya, IO-PORI yang telah diikutkan program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) oleh Kemenristek-Dikti pada 2018 dan 2019. Pada 2018 IO-PORI mendapatkan pendanaan sebesar Rp430 juta dan tahun ini Rp420 juta.

"Ini pure organik, dia baru bisa aktif kalau kena sinar matahari. Kita memanfaatkan radiasi gama dari sinar matahari," kata Urfaa menjelaskan temuannya itu. IO-PORI merupakan serbuk aktif yang terbuat dari bahan baku lokal yakni karbohidrat murni yang diproses dengan sistem ionisasi. Produk inovasi ini mampu merestorasi atau memperbaiki kualitas, jumlah, serta volume air permukaan tanah dengan bantuan sinar matahari.

Beberapa fungsi 'serbuk ajaib' ini ialah mencegah dan mengendalikan banjir, memunculkan sumber mata air saat kekeringan, menjernihkan air tercemar, mengelola limbah B3 cair, memperbaiki struktur tanah, mengubah air payau menjadi tawar, memperbaiki kualitas pertumbuhan tanaman, hingga mencegah kelongsoran pada daerah aliran sungai.

Pengaplikasiannya terbilang cukup mudah. Untuk memperbaiki sumur berair keruh, cukup dituangkan sebungkus IO-PORI berukuran 500 gram. Dalam waktu 3-7 hari air sumur akan jernih dan dapat dimanfaatkan selang 2 minggu untuk kebutuhan sehari-hari seperti MCK hingga diminum dengan merebusnya terlebih dahulu.

Pemanfaatan IO-PORI di lahan kering, cukup lubangi tanah sedalam 2-4 meter. Kemudian tancapkan pipa paralon yang ujung bawahnya telah dilubangi di berapa sisi. Kemudian masukkan campuran 10 liter air dengan 1 kg IO-PORI. Dalam waktu 24 jam, porositas tanah di sekitar pipa paralon akan meningkat dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menangkap dan me-nyimpan air.

Sejak 2014, IO-PORI yang dipro-duksi secara home industry ini telah digunakan sejumlah perusahaan dan masyarakat untuk berbagai tujuan. Seperti program CSR PT Pertamina PHE WMO di Madura dan reklamasi lahan tambang PT Semen Indonesia di Tuban. Namun, diakui IO-PORI belum mendapatkan izin edar dari kementerian.(Aiw/H-1)

BERITA TERKAIT