09 October 2019, 11:00 WIB

OKP Persiapkan Sumpah Pemuda Jilid II


MI | Politik dan Hukum

Ist
 Ist
 Suasana Silaturahmi Pemuda Indonesia di Paledang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/10)

MENYAMBUT Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang, berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dari seluruh Indonesia menggelar Silaturahmi Pemuda Indonesia di Paledang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10). Pertemuan ini menyiapkan agenda besar yaitu Kongres Pemuda II.

Koordinator Kongres Pemuda Jilid II sekaligus Ketua Umum Ikatan Pemuda Pemudi Minang Indonesia (IPPMI) M Rafik Perkasa Alamsyah menyampaikan  seluruh OKP lintas agama, suku, dan golongan akan menghadiri Sumpah Pemuda Jilid II. Menurutnya, dengan banyaknya konflik sosial di Indonesia saat ini yang mengakibatkan ancaman disintegrasi bangsa, pemuda harus hadir untuk kembali menghidupkan ruh Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

“Momentum ini kita ambil untuk menghidupkan kembali ruh Sumpah Pemuda 1928 bahwa 'Kita Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Air Indonesia, Kita Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia, dan Kita Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia,” ungkap Rafik.

Rencananya, Sumpah Pemuda Jilid II akan berisi tiga ikrar. Selain tiga ikrar yang ada dalam Sumpah Pemuda 1928, Sumpah Pemuda Jilid II ditambah dengan Pancasila dengan satu-satunya dasar negara dan bersatu untuk berdaulat dalam politik, berdikari di bidang erkonomi dan berkepribadian dalam Kebudayaan.

Setelah diikrarkan, naskah Sumpah Pemuda II akan diserahkan langsung kepada Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, sebagai aspirasi para pemuda Indonesia. “Mencermati kondisi bangsa Indonesia saat ini, para pemuda Indonesia pun bergerak dan menyampaikan aspirasi kepada Presiden Bapak Jokowi,” ujar tokoh pemuda Dian Asafri.

Dengan adanya dua tambahan ikrar baru dari tiga ikrar dalam Sumpah Pemuda I, maka Sumpah Pemuda II diharapkan dapat menggugah semangat bangsa ini, terutama kaum pemuda, untuk mengamalkan dan mengamankan ideologi Pancasila dari gempuran ideologi ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Pancasila ini ideologi jalan tengah. Untuk mengamankannya, kita harus mulai dari diri sendiri dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara sungguh-sungguh, baru kemudian mengajak orang lain. Dengan begitu Pancasila akan sakti,” ujarnya. (RO/R-1)

BERITA TERKAIT