09 October 2019, 21:54 WIB

Bungasari Flour Mills Resmikan Pabrik di Cilegon, Banten


mediaindonesia.com | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
PT Bungasari Flour Mills Indonesia,, menggelar acara peresmian produksi pertama pabrik tahap kedua di Cilegon, Banten, Rabu (9/10).

SALAH satu perusahaan terigu terbesar di Indonesia,  PT Bungasari Flour Mills Indonesia, perusahaan patungan antara Toyota Tsusho Corp (anak usaha Toyota Motor Corp) dan PT FKS Capital dari Indonesia serta Malayan Flour Mills Bhd asal Malaysia, menggelar acara peresmian produksi pertama pabrik tahap kedua di Cilegon, Banten, Rabu (9/10).

Pabrik tepung terigu di atas lahan seluas 11 hektare tersebut memiliki fasilitas paling modern di Indonesia, dengan mengadopsi sistem pengolahan gandum yang canggih dan telah beroperasi di Cilegon sejak Agustus 2014.

"Sejak kali pertama didirikan pada tahun 2012, komitmen kami tetap konsisten, satu di antaranya adalah terus mengembangkan kapasitas pabrik dalam rangka memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Kini, pabrik tahap pertama tersebut telah mencapai utilisasinya yang maksimal," kata Presiden Director PT Bungasari Flour Mills Indonesia Budianto Wijaya, di Cilegon, Banten, Rabu (9/10).

Lebih lanjut Budianto menjelaskan, dengan diresmikan pabrik yang dibangun dengan biaya 43 juta dolar AS ini, Bungasari menggenapkan janjinya dengan mewujudkan visi untuk menjadi produsen terigu terkemuka di Indonesia.

 Sebuah tonggak bersejarah bagi Bungasari dalam perjalanannya, dengan keberhasilan menyelesaikan pembangunan pabrik Cilegon tahap kedua pasca-pelaksanaan ground breaking tahap kedua ini pada Juli 2018.

 "Dengan pengembangan ini, kami meningkatkan kapasitas produksi dari sebelumnya 1500 metrik ton (MT) per hari menjadi 2000 MT per hari, dan akan menjadi 3000 MT per hari saat semuanya rampung," ujarnya.

"Kapasitas tepung terigu per tahun kini menjadi sekitar 500 ribu MT per tahun dan kapasitas gandum menjadi 660r ribu MT per tahun," Budianto, menambahkan.

Pengembangan pabrik juga mencakup peningkatan kapasitas penyimpanan gandum. Sebelumnya, pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Krakatau tersebut mempunyai kapasitas penyimpanan gandum sebesar 79 ribu MT, yang kemudian ditingkatkan menjadi 140 ribu  MT.

"Sehingga memungkinkan kami untuk bisa melakukan pembelian gandum yang kompetitif serta lebih fleksibel, serta mampu menyimpan lebih banyak jenis gandum, agar dapat berproduksi dengan lebih efisien," tutur pria yang pada tahun ini mendapat kepercayaan penuh untuk menjabat presiden direktur perusahaan terigu terkemuka ini.

Di sisi lain, Bungasari juga menambahkan proses pengolahan gandum dengan instalasi Roller Mill model teranyar. Mesin yang digunakan mengacu pada konsep desain terbaru dengan tingkat akurasi tinggi, sehingga menghasilkan tepung terigu berkualitas terbaik. Selain itu, Roller Mill ini juga dilengkapi dengan proses pembersihan dan sanitasi yang sangat mudah.

"Kami juga mengaplikasikan box  plan sifter terbaru yang menggunakan lapisan teflon presisi tinggi dan berkualitas. Produk yang dihasilkan Bungasari pun, menjadi lebih higienis dan rendah kontaminasi, untuk memenuhi meningkatnya standar keamanan pangan yang tinggi di masa mendatang," jelas Budianto.

Pada kesempatan yang sama, Bungasari juga memperkenalkan rangkaian produk premix terbarunya, yakni Golden Eagle Donut Mix, Golden Eagle Multi Grain, Hana Chiffon, Hana Sponge Cake, dan Hana Swiss Roll Cake.

Dengan lima produk baru itu, Bungasari memperluas ragam produknya di pasar Tanah Air, tidak hanya tepung terigu tetapi premix untuk olahan industri makanan, food service, dan bakery.

"Dengan masuk ke pasar produk premix, Bungasari semakin memperkuat jangkauan dan penetrasi pasar di segmen bakery dan industri makanan, dengan ragam produk berkualitas yang dapat dinikmati oleh para pelanggan," ujar Commercial Director PT Bungasari Flour Mills Indonesia Jon Quek. (OL-09)

BERITA TERKAIT