09 October 2019, 21:11 WIB

TNI AD 100% Ikut Jaga Kelancaran Pelantikan Jokowi-Amin


Golda Eksa | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ilustrasi: Prajurit TNI AD menerobos lingkaran api dalam atraksi peringatan HUT ke-74 TNI di Lapangan Hiraq Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (5/10).

KEPALA Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa mengaku sudah menyiapkan pasukan pengamanan untuk membantu kelancaran acara pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

"Kita mengerahkan semua (pasukan). Walau kita memiliki satuan tempur, biasanya bukan satuan tempur yang dilibatkan, tapi satuan teritorial," ujar Andika kepada wartawan di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Rabu (9/10).

Baca juga: Negosiasi Ruang Udara RI-Singapura Harus Perhatikan Kedaulatan

Seluruh pasukan teritorial TNI AD itu, terang dia, bakal diterjunkan di semua titik pengamanan yang sebelumnya sudah dipetakan. Nantinya para prajurit tersebut akan membantu untuk menciptakan kekondusifan keamanan.

"Kalau jumlah hampir 100% kekuatan Angkatan Darat. Walaupun mereka tidak dijadikan stand by force, praktiknya semua fokus ke arah sana," terang dia.

Sebelum menggelar konferensi pers, Andika mengaku baru saja memimpin rapat internal bersama seluruh panglima komando daerah militer (pangdam). Rapat itu membahas perkembangan situasi terkini di semua wilayah, seperti pengamanan demontrasi serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kami semua kumpul dalam rangka untuk mengudpate situasi terakhir di semua wilayah. Tapi dalam hal ini kecuali di (Pangdam) Papua. Kenapa? Karena memang mereka sedang fokus di operasi di wilayahnya," kata dia.

Menurutnya, TNI AD sudah menerima informasi terkait rencana aksi massa pada pekan depan. Namun, terang dia, demontrasi tersebut kemungkinan tidak terjadi di seluruh penjuru negeri ini.

"Memang ada beberapa daerah yang secara faktual sudah mendapatkan informasi tanggal pelaksanaan demonstrasi maupun tempatnya. Tapi itu sangat sedikit sekali. Saya tidak perlu menyebut di mana, tapi mayoritas belum ada rencana yang terucap maupun tertulis," pungkasnya.

Untuk diketahui, Majelis Pemusyawaratan Rakyat ( MPR) RI memundurkan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10) mendatang dari yang semula pukul 10.00 WIB menjadi pukul 16.00 WIB. (Gol/A-5)

BERITA TERKAIT