09 October 2019, 21:45 WIB

Hadapi UEA, Indonesia Siap Andalkan Serangan Balik


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

ANTARA/Hafidz Mubarak A
 ANTARA/Hafidz Mubarak A
 Pemain Timnas Indonesia Putu Gede Juni Antara (kanan) dan Riko Simanjuntak (kiri) mengikuti pemusatan latihan di Senayan, Jakarta. 

LAGA berat menanti tim nasional Indonesia pada laga ketiga kualifikasi Piala Dunia 2022. Pasalnya skuad Garuda akan menghadapi tuan rumah, Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Al Maktoum, Kamis (10/10).

Padahal skuad asuhan Simon McMenemy itu sangat membutuhkan poin lantaran belum meraih satu angka pun dari tiga laga sebelumnya. Untuk itu pula timnas sudah melakukan perombakan skuat besar-besaran jelang laga tersebut.

"Tantangan yang besar bagi Timnas Indonesia melawan UEA di kandangnya. Tapi, kami percaya kami bisa improvisasi untuk terima tantangan ini dengan baik," ujar McMenemy.

Baca juga: Sulit Terima Kekalahan, McMenemy Soroti Stamina Pemain Timnas

Indonesia memang wajib mendapatkan poin saat bertandang ke UEA agar kans untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka.

McMenemy mengaku akan melakukan yang terbaik dari apa yang timnas punya. Pelatih asal Skotlandia itu ingin skuadnya fokus dan berhati-hati, khususnya saat melakukan penyerangan.

Ia ingin Evan Dimas dkk bisa memanfaatkan serangan balik yang cepat dan mencuri angka di kandang UEA.

"Kami akan lakukan yang terbaik dari yang kami punya. Kami selalu mencoba positif dengan apa yang kami miliki dan memastikan punya senjata untuk melawan UEA," ujar McMenemy.

"UEA punya tim dan pelatih yang bagus. Kondisi pemain semua bagus, dan mereka selalu ada perkembangan positif setiap harinya," tambahnya.

Bek tengah andalan Indonesia, Hansamu Yama juga mengatakan bahwa laga tandang kali ini tak akan berjalan mudah.

Namun, Hansamu tidak ingin menyerah. Ia dan rekan-rekannya bertekad akan memaksimalkan semua strategi demi menyulitkan tim tuan rumah.

"UEA tidak mungkin tidak bisa dikalahkan. Kami sudah beberapa hari melakukan persiapan disini. Ada perbedaan waktu, namun kita juga sudah membiasakan diri dengan beraktivitas dengan perbedaan waktu di sini," ucapnya. (*/A-3)

BERITA TERKAIT