10 October 2019, 07:30 WIB

Alasan Mencintai Taiwan


mediaindonesia.com | Internasional

DOK TETO
 DOK TETO
Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, John C Chen.

Pada tanggal 10 Oktober (10/10) adalah Hari Nasional ke-108 berdirinya Republic of China (Taiwan) . Taiwan selalu memberikan kesan yang baik tentang kebebasan demokrasi yang tinggi, perkembangan ekonomi dan teknologi, cinta damai dan suka memberikan bantuan. Sejak Taiwan mempromosikan “ Kebijakan Baru ke Arah Selatan “ pada tahun 2016, hubungan bilateral antara Taiwan dan Indonesia semakin berkembang pesat. 

Dalam bidang kerja sama ekonomi, perusahaan Taiwan semakin banyak berinvestasi dan mendirikan pabrik di Indonesia.  Ada lebih dari 2.000 perusahaan Taiwan di Indonesia, yang menyediakan jutaan peluang kerja lokal. Perusahaan Taiwan juga ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam proyek-proyek penting seperti MRT Jakarta yang dibuka tahun ini, dan LRT Jakarta yang sedang dalam konstruksi.

Dengan semangat yang berorientasi pada humanisme dari “ Kebijakan Baru ke Arah Selatan” Taiwan, interaksi dan pertukaran antara rakyat kedua negara menjadi lebih dekat.  Saat ini, ada sekitar 300.000 orang Indonesia yang bekerja, belajar, dan tinggal di Taiwan. Di antaranya ada sekitar 260.000 pekerja migran Indonesia. Gaji, asuransi kesehatan, dan kesejahteraan Taiwan untuk pekerja migran Indonesia adalah salah satu yang terbaik diantara pekerja migran asing lainnya.

Di Taiwan, sekitar 12.000 orang pelajar Indonesia kini tengah belajar di Taiwan. Selain itu, program produksi dan pembelajaran “2 + i” yang dipromosikan oleh pemerintah Taiwan dan pemerintah Indonesia (lulusan D3 Politeknik yang datang ke Universitas Sains dan Teknologi Taiwan untuk belajar selama dua tahun, bisa magang di perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi di Taiwan selama satu tahun).

Pemerintah Taiwan dan berbagai universitas menawarkan berbagai beasiswa bagi pelajar Indonesia, serta berbagai program pelatihan profesional yang dijalankan oleh pemerintah Taiwan dan pihak swasta.  Semua ini bertepatan dengan slogan yang digalakkan oleh Presiden Jokowi “mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM)” dan menjadi slogan hari kemerdekaan RI pada tahun ini. 

Cinta kasih Taiwan terhadap kemanusiaan tidak pernah reda. Saat gempa bumi di kota Palu dan kota lain di Sulawesi Tengah tahun lalu, pemerintah dan swasta Taiwan memberikan sumbangan dana sekitar 2,35 juta dolar AS. Sebagian dana digunakan untuk membangun kembali sekolah-sekolah di daerah bencana. Cinta kasih Taiwan memberikan secercah harapan baru dibalik musibah bencana.

Kerja sama antara Taiwan dan Indonesia tidak terbatas pada hal ini saja. Kerja sama pertanian, pencegahan dan pengendalian demam berdarah, pemetaan tanah, perawatan medis, pengelolaan pembuangan sampah, dan daur ulang adalah bidang kerja sama substantif antara kedua negara.

Jika melihat gaya hidup masyarakat umum, outlet-outlet bubble tea populer di Indonesia, seperti Chatime, Koi, CoCo, Xing Fu Tang, dan Tiger Sugar, semuanya berasal dari Taiwan. Lebih dari setengah laptop yang digunakan oleh orang Indonesia berasal dari merek Taiwan Asus dan Acer.  Dapat dikatakan bahwa pertukaran dan kehidupan sehari-hari antara rakyat Taiwan dan Indonesia telah lama terjalin dan tidak akan terpisahkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, kinerja keseluruhan Taiwan sangat mengesankan. Pada bidang ekonomi, menurut “World Competitiveness Report 2018” dari Swiss World Economic Forum (WEF), Taiwan menempati peringkat ke-13, dan peringkat ke-4 di wilayah Asia-Pasifik, setelah Singapura, Jepang, dan Hong Kong. Taiwan memiliki prestasi sebagai salah satu dari empat inovator super bersama Jerman, Amerika Serikat, dan Swiss.

Kestabilan ekonomi Taiwan secara keseluruhan menempati urutan pertama di dunia, dan sistem keuangan menempati peringkat ketujuh di dunia. Banyak investor asing terkenal juga berinvestasi di Taiwan, misalnya, Supermicro telah menginvestasikan total NT$ 10 miliar di Taiwan, dan Google mengumumkan bahwa mereka akan memperluas investasi dan operasinya di Taiwan.

Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbond Policy) adalah model baru bagi Taiwan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan merupakan strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu pasar. Dalam bidang ekonomi dan perdagangan, total perdagangan bilateral antara Taiwan dan negara sasaran Kebijakan Baru ke Arah Selatan pada tahun lalu adalah NT$ 117,1 miliar, meningkat 22% dibandingkan dengan 2016.

Jumlah investasi dari negara sasaran Kebijakan Baru ke Arah Selatan ke Taiwan juga meningkat lebih dari 60% dibandingkan dengan 2016. Jumlah pengunjung dari negara sasaran kebijakan baru ke Taiwan telah meningkat hampir 60%, dan jumlah siswa yang datang ke Taiwan telah mencapai 52.000 orang pada tahun 2018.

Taiwan memiliki posisi geostrategis yang penting. Menghadapi tantangan situasi internasional, Taiwan masih menganut nilai-nilai universal demokrasi dan kebebasan, menunjukkan tingkat ketahanan yang tinggi, dan mempertahankan pembangunan berkelanjutan Taiwan. Dalam tiga tahun terakhir, Taiwan telah mempromosikan pengembangan “Rencana Infrastruktur Berwawasan ke Depan” dan industri “Lima Plus Dua”, berhasil mendorong kebutuhan domestik dan membentuk kembali daya saing global Taiwan.

Taiwan akan secara aktif berusaha untuk bergabung dengan CPTPP dan mendorong partisipasi yang berarti dalam organisasi internasional penting seperti WHO, ICAO, INTERPOL, dan UNFCCC. Taiwan telah memainkan peran yang bertanggung jawab dan aktif dalam komunitas internasional sejak lama. Pada masa depan, Taiwan akan terus mempromosikan “warm power” melalui kerja sama internasional yang beragam, bantuan kemanusiaan dan LSM, ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.

Pemerintah Taiwan akan terus bekerja sama dengan industri Taiwan untuk membuat “soft power” Taiwan seperti teknologi inovasi, pertanian, perawatan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan lingkungan, serta akan terus memainkan peran yang sangat diperlukan sebagai mitra global untuk memberikan kontribusi yang nyata dan bermakna.

Republic of China (Taiwan), seperti Indonesia, menikmati demokrasi sepenuhnya, kebebasan dan supremasi hukum. Taiwan bersedia bekerja sama dengan Indonesia untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi, mempertahankan demokrasi dan kebebasan, serta menciptakan kepentingan dan kesejahteraan terbaik dari kedua bangsa.  Pada saat merayakan Hari Nasional 10 Oktober ini , mari kita ucapkan dengan penuh semangat :  “Selamat Ulang Tahun Kepada Republic of China (Taiwan)!”

Salam,
Kepala Kantor
Ekonomi dan Perdagangan
Taipei (TETO) di Indonesia

John C. Chen

BERITA TERKAIT