09 October 2019, 19:01 WIB

Pembangunan PLTU akan Dibatasi


Atalya Puspa | Ekonomi

Antara/ Rivan Awal Lingga
 Antara/ Rivan Awal Lingga
Ignasius Jonan

PEMERINTAH  berencana membatasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) guna  mengurangi dampak negatif dari emisi yang dihasilkan terhadap lingkungan.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan, banyak negara telah berkomitmen untuk lepas dari PLTU pada 2050 mendatang. Namun dalam hal ini, Indonesia masih belum menentukan sikap.

"Banyak negara sudah merencankan untuk exit dari batu bara 2050. Tapi Indonesia belum jawab apapun," katanya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Rabu (9/10).

 

Baca juga: Pemerintah Permudah Investor Relokasi ke Tanah Air

 

Jonan melanjutkan, pemerintah akan membuat aturan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) agar pembangkit listrik hanya boleh dibangun di area mulut tambang.

Jonan meyakini, penyaluran listrik bisa tetap efisien dengan adanya infrastruktur listrik yang tersambung di seluruh wilayah Indonesia.

Ke depannya, ia  berharap keberadaan PLTU bisa digantikan dengan pembangkit berbasis gas maupun Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Listrik 4.0 kan yang paling penting adalah bauran energi dari renewable energy. Targetnya (penggunaan EBT) 23% pada 2025. Tantangannya memang banyak sekali. Makanya saya dorong PLTS atap. Ini menurut saya penting sekali," tuturnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT