09 October 2019, 18:58 WIB

Tiga Ilmuwan Penemu Baterai Lithium-ion Menangi Nobel Kimia 2019


Melalusa Sushtira Khalida | Internasional

AFP/Kazuhiro Nogi
 AFP/Kazuhiro Nogi
Ilmuwan Jepang Akira Yoshiro yang jadi salah satu pemenang nobel kimia 2019

TIGA peneliti memenangkan penghargaan Nobel Kimia untuk pengembangan baterai lithium-ion. Juri menilai penemuan baterai lithium-ion telah memberi manfaat besar bagi kehidupan umat manusia dan telah merevolusi kehidupan manusia sejak memasuki pasar pertama kali pada 1991.

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia menganugerahi penghargaan tersebut kepada ilmuwan asal Amerika Serikat John Goodenough yang menjadi penerima penghargaan Nobel tertua karena usianya yang kini menginjak 97 tahun.

Adapun dua ilmuwan lainnya yang menerima penghargaan Nobel Kimia 2019 yaitu, ilmuwan asal Inggris Stanley Whittingham dan ilmuwan asal Jepang Akira Yoshino.

Ketiga ilmuwan tersebut akan berbagi hadiah sebesar 9 juta kronor Swedia atau sekitar Rp12,9 miliar.

"Baterai yang ringan, dapat diisi ulang, dan bertenaga ini sekarang digunakan dalam segala hal mulai dari ponsel hingga laptop dan kendaraan listrik, dan juga dapat menyimpan sejumlah besar energi dari tenaga surya dan angin yang memungkinkan masyarakat bebas bahan bakar fosil," ujar juri.

Baca juga : Trio Ahli Kosmologi Menangi Penghargaan Nobel Fisika 2019

Mereka juga akan menerima hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, pada upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm pada 10 Desember, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896.

Dalam surat wasiatnya, Nobel meminta diberikannya penghargaan bagi para tokoh yang berpengaruh.

Pada 2018, penghargaan Nobel Kimia diberikan kepada ilmuwan asal Amerika Serikat Frances Arnold dan George Smith, serta ilmuwan Inggris Gregory Winter karena berhasil mengembangkan enzim yang digunakan untuk obat kimia dan antibodi yang lebih hijau dan aman dengan efek samping yang lebih sedikit.

Frances Arnold juga menjadi wanita kelima yang memperoleh penghargaan paling bergengsi di bidang kimia tersebut.

Ajang penghargaan Nobel tahun ini dimulai sejak Senin (7/10) dan dibuka dengan penyerahan Penghargaan Nobel Kedokteran kepada peneliti asal Amerika Serikat William Kaelin dan Gregg Semenza, serta peneliti asal Inggris, Peter Ratcliffe dari Inggris.

Ketiganya berhasil menemukan bagaimana sel-sel manusia dapat merasakan dan beradaptasi dengan perubahan kadar oksigen, yang membuka strategi baru untuk memerangi penyakit seperti kanker dan anemia.

Selasa (8/10), penghargaan Nobel Fisika diberikan kepada ahli kosmolog Kanada-Amerika James Peebles serta astronom Swiss Michel Mayor dan Didier Queloz. Penelitian ketiganya tentang bagaimana semesta berevolusi ledakan dahsyat (big bang) dan penemuan pertama adanya sebuah planet di luar tata surya yang dikenal sebagai exoplanet, dianggap telah berjasa dalam mentransformasi konsepsi manusia menyangkut kedudukan bumi di alam semesta.

Baca juga : Reputasi Nobel Sastra dan Skandal Perundungan Seksual

Sementara itu, penghargaan Nobel Sastra akan diumumkan pada Kamis (10/10), dengan menobatkan langsung dua pemenang sekaligus setelah skandal pelecehan seksual yang membuat Akademi Swedia menunda memberikan penghargaan Nobel Sastra pada 2018 lalu, untuk pertama kalinya dalam 70 tahun.

Beberapa nama yang digadang-gadang akan menyabet penghargaan Nobel Sastra 2019 di antaranya, penyair Kanada Anne Carson, penulis Kenya Ngugi Wa Thiong'o, penyair dan novelis Rumania Mircea Cartarescu, serta penulis dan aktivis Polandia Olga Tokarczuk.

Selanjutnya pada Jumat (11/10) mendatang, pemenang penghargaan Nobel Perdamaian akan diumumkan. Banyak yang memprediksi aktivis iklim remaja Swedia Greta Thunberg akan menyabet penghargaan Nobel Perdamaian 2019.

Ajang Nobel 2019 kemudian akan ditutup dengan pengumuman pemenang penghargaan Nobel Ekonomi yang akan dilangsungkan pada Senin (14/10). (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT