09 October 2019, 18:23 WIB

86 RW di Ibu Kota Rawan Banjir


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Antara/Risky Andriyanto
 Antara/Risky Andriyanto
Banjir di pemukiman Cililitan Kecil di Jakarta akibat luapan Sungai Ciliwung, april lalu

SEBANYAK 86 RW di 25 kelurahan pada 17 kecamatan tercatat sebagai wilayah yang rawan tergenang banjir.

Kepala Unit Pengelola Teknis Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Iwan Ibrahim mengatakan wilayah-wilayah tersebut umumnya dikategorikan rawan karena berada di bibir sungai.

"Daerah-daerah ini masih berpotensi karena berada dekat dengan sungai," kata Iwan ketika dihubungi, Rabu (9/10).

Wilayah dengan daerah yang paling banyak rawan terdampak banjir yakni Jakarta Selatan dengan 33 RW di 10 kelurahan yang disusul wilayah Jakarta Timur 28 RW di 7 kelurahan.

Sementara itu, di wilayah Jakarta Barat terdapat 16 RW di 5 kelurahan yang rawan banjir. Wilayah rawan banjir juga ditemui di Jakarta Utara yakni di sebanyak 8 RW di 3 kelurahan.

Baca juga : 15 Titik Genangan Muncul Usai Hujan Guyur Jakarta

BPBD DKI Jakarta menurut Iwan sudah melakukan berbagai antisipasi untuk penanganan banjir seperti berkoordinasi dengan kelurahan untuk memastikan kebersihan saluran air dan drainase di kawasan kelurahan yang berpotensi rawan banjir.

"Kami juga melakukan pengecekan keberfungsian alat sistem peringatan dini seperti DWS (Disaster Warning System) yang berada di bantaran kali ciliwung dan AWS (Automatic Weather Sensor)," ungkapnya.

Di samping itu, BPBD DKI juga melakukan pemeriksaan kesiapan perahu-perahu karet dan tenda-tenda darurat jika diperlukan untuk pengungsi.

"Edukasi juga diberikan kepada masyarakat terkait bencana banjir dan pencegahannya. Kami juga membuat rencana kontijensi banjir," tandasnya.

Selain itu ada pula antisipasi dari SKPD terkait yakni Dinas Sumber Daya Air yang memastikan kesiapan dan keberfungsian 133 Pompa mobile dan 465 pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi.((OL-7)

BERITA TERKAIT