09 October 2019, 12:20 WIB

Walhi Sumut Desak Polisi Usut Kematian Golfrid Siregar


Apul Iskandar | Nusantara

Walhi
 Walhi
Aktivis Walhi Sumut Golfrid Siregar

SEORANG aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatra Utara, Golfrid Siregar meninggal di Rumah Sakit Umum Pratama Adam Malik Medan, Minggu (6/10). Walhi Sumut menyatakan kematian Golfrid diduga tidak wajar dan mendesak pihak kepolisian mengusut penyebab kematiannya.

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi  Sumut, Roy Lumbangaol menjelaskan  Golfrid tidak bisa dikontak sejak 2 Oktober 2019. Kepada isterinya Golfrid pamit dan pergi ke Marendal untuk mengantarkan barang ke salah satu agen ekspedisi dan bertemu dengan seseorang di sekitar kawasan Marendal Medan.

"Golfrid ditemukan telah terkapar di jembatan layang Simpang Pos Padang Bulan Medan pada Kamis dini hari (3/10). Seorang tukang becak menemukannya dalam kondisi terkapar dan membawanya ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Tempurung kepala Golfrid hancur, dan menjalani operasi pada Jumat (4/10) dan akhirnya dinyatakan meninggal pada Minggu (6/10)," ungkap Roy, Rabu (9/10).

Roy menemukan banyak kejanggalan yang menyatakan Golfrid menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Alasannya kepala Golfrid mengalami luka serius akibat benda tumpul. Dan bagian tubuh lainnya tidak mengalami luka cukup berarti seperti korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu pakaian yang dikenakan korban tidak ditemukan bekas lecet seperti orang jatuh dari motor.
 
Barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet dan cincin yang dipakainya hilang tanpa bekas. Sedangkan sepeda motornya hanya mengalami kerusakan kecil.

Jenazah aktivis yang merupakan Manajer Kajian Hukum Walhi yang  biasanya mengadvokasi isu lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM)  yang diduga menjadi korban pembunuhan telah dimakamkan di kampung halamannya di Jl Sionggang, Huta Palia Naopat Gereja , Nagori Palia Naopat, Kecamatan Dolok Panribuan,Kabupaten  Simalungun, Sumatra Utara (8/10).

Suasana haru menyelimuti acara pemakaman yang dihadiri oleh kerabat dan rekan-rekan almarhum aktivis lingkungan. Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga tidak jauh dari rumahnya Desa Nagori Palia Opat, Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Direktur Walhi  Sumatra Utara, Dana Tarigan  mendesak kepolisian  untuk melakukan pengusutan atas kematian Golfrid yang dinilai tidak wajar.

baca juga: Mulai Hujan, BPBD Cianjur Waspadai Pergerakan Tanah dan Longsor
 
"Polisi diharapkan mengusut kematian Golfrid karena kematiannya diduga tidak wajar. Pihak keluarga juga meminta Walhi harus mengusut tuntas kematian yang tidak wajar tersebut demi keadilan dan kebenaran," tegas  Dana. (OL-3)

BERITA TERKAIT