09 October 2019, 11:59 WIB

Mulai Hujan, BPBD Cianjur Waspadai Pergerakan Tanah dan Longsor


Benny Bastiandy | Nusantara

Dok PMI
 Dok PMI
Korban tewas akibat longsor di Kampung Cirawa RT 01/11, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Selasa (8/10)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai mewaspadai potensi pergerakan tanah dan tanah longsor. Peningkatan kewaspadaan itu menyusul terjadinya tanah longsor di Kampung Cirawa RT 01/11, Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Selasa (8/10) malam, hingga mengakibatkan dua orang yang merupakan pasangan suami-istri tewas tertimbun material.

"Hampir lima bulan terakhir terjadi kemarau panjang. Kondisi ini memicu retakan-retakan tanah. Saat diguyur hujan, kondisi tanah jadi gembur dan labil. Ini bisa memicu terjadinya pergeseran tanah dan longsor. Kita waspadai kondisi tersebut," jelas Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno kepada Media Indonesia, Rabu (9/10).

Tanah longsor di Kampung Cirawa mengakibatkan pasangan suami-istri yang merupakan pengantin baru, Muhammad Hendrik, 21, dan Siti Masrufah, 20, tewas setelah tertimbun tanah longsor dari tebing. Selain rumah pasutri itu, terdapat juga dua bangunan rumah yang terdampak tanah longsor yang dihuni 9 jiwa.

Jasad Hendrik dan Siti berhasil ditemukan sekitar pukul 21.14 WIB. Keduanya dievakuasi ke Puskesmas Cibeber. Pada Rabu (9/10), kedua jenazah dimakamkan berdampingan.

"Sebetulnya sejak beberapa pekan terakhir ini hujan sudah mulai turun, tapi tidak merata. Intensitasnya pun skala kecil hingga sedang. Namun pada Selasa sore menjelang malam tadi, hujan memang cukup deras," jelas Sugeng.

Selain tanah longsor, sebut Sugeng, bersamaan hujan deras pada Selasa petang, juga terjadi angin puting beliung di Kecamatan Cilaku. Dilaporkan sebanyak tiga rumah rusak terdampak terjangan angin.

"Kami masih melakukan assesmen di lapangan. Untuk beberapa kejadian bencana yang dipicu hujan deras, hari ini kami mengirimkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak di Cibeber dan Cilaku," sebut Sugeng.

baca juga: Musim Kemarau, 5000 Hektar Lahan Dan Hutan Babel Terbakar

Meskipun sudah turun hujan, Sugeng belum memastikan saat ini terjadi perubahan cuaca. BPBD masih menunggu penetapan status kebencanaan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

"Status darurat kekeringan juga masih belum kami cabut. Masih berlaku hingga 31 Oktober," jelas Sugeng. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT