09 October 2019, 11:35 WIB

MRT Sebut Gangguan Ratangga 0721 karena Human Error


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
Penumpang menaiki Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun Fatmawati, Jakarta.

PT MRT Jakarta mengungkapkan gangguan yang mengakibatkan kereta Ratangga 0721 berhenti di Stasiun Fatmawati, Selasa (8/10) malam, adalah karena faktor human error atau kesalahan yang diperbuat masinis.

Hal itu didapat dari investigasi yang dilakukan manajemen PT MRT Jakarta.

Kereta mengalami overshoot (posisi tidak sejajar antara pintu kereta dan pintu tepi peron ketika berhenti) yang disebabkan kondisi cuaca ketika itu.

Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Muhammad Kamaludin menjelaskan saat masinis berusaha menyesuaikan kondisi tersebut, terjadi human error yang mengakibatkan gangguan pada modul kontrol traksi kereta yang mengharuskan masinis melakukan shutdown procedure (menurunkan dan menaikkan kembali pantograf) dan melakukan reset kereta untuk dapat kembali beroperasi.

"Akibat kejadian tersebut terdapat keterlambatan lebih dari 5 menit pada 6 rangkaian kereta lainnya yang berada di belakang Ratangga 0721 yaitu Ratangga 1319, Ratangga 2103, Ratangga 1605, Ratangga 0722, Ratangga 2104 dan Ratangga 0723," kata Kamaludin dalam keterangan resminya pada Rabu (9/10).

Baca juga: KA Bandara Digunakan 500 Penumpang Per Hari

Tidak ada gangguan pada rangkaian kereta lain yang sedang beroperasi, namun kejadian tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan harus tertunda menunggu Ratangga 0721 bergerak menuju Depo Lebak Bulus dan mendapatkan pemeriksaan.

Berdasarkan hasil investigasi, tidak ditemukan kerusakan major maupun minor pada Ratangga 0721.

Pada Selasa (8/10) malam tepatnya pukul 18.57 hingga 19.14 WIB terjadi keterlambatan kereta selama 16 menit 12 detik di Stasiun Fatmawati.

Keterlambatan tersebut diakibatkan gangguan pada Ratangga 0721 saat berhenti di Stasiun Fatmawati, bukan karena oleh gangguan pada sistem persinyalan.

PT MRT Jakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

"Tindak lanjut yang telah dilakukan mulai hari ini adalah ketika pelatihan penyegaran (refreshment training) saat masinis Sign-On (proses masinis hadir dan persiapan memulai tugas), tujuannya untuk mengingatkan masinis untuk memindahkan mode saat terjadi inching kereta (menggerakkan kereta perlahan untuk menyesuaikan posisi dengan Platform Screen Door) secara manual sehingga penanganan kondisi di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat," tukasnya.

PT MRT Jakarta juga melakukan penerapan disiplin bagi masinis yang bertugas.

Dalam memberikan pelayanannya, PT MRT Jakarta akan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan setiap penumpang yang menggunakan layanan MRT Jakarta. (OL-2)

BERITA TERKAIT