09 October 2019, 10:15 WIB

Gedung Putih Tolak Bantu Upaya Pemakzulan Trump


Willy Haryono | Internasional

AFP/Brendan Smialowski
 AFP/Brendan Smialowski
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

GEDUNG Putih menutup rapat pintu kerja sama apa pun terkait penyelidikan pemakzulan oleh Partai Demokrat terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Gedung Putih menyebut penyelidikan tersebut "tidak valid secara konstitusi."

Penolakan kerja sama diungkapkan melalui delapan lembar surat yang ditandatangani penasihat Gedung Putih Pat Cipollone. Surat ditujukan kepada komite intelijen di Dewan Perwakilan Rakyat yang dipimpin politisi Demokrat.

"Presiden Trump tidak dapat mengizinkan pemerintahannya berpartisipasi dalam penyelidikan partisan ini di bawah situasi apapun," ujar pernyataan di surat tersebut, dikutip dari laman AFP, Selasa (8/10).

"Penyelidikan Anda (Demokrat) tidak memiliki dasar konstitusi apa pun. Penyelidikan juga tidak meliputi pretensi keadilan, atau bahkan hal-hal dasar lainnya."

Baca juga: Demokrat Minta Dokumen dari Pentagon Terkait Pemakzulan Trump

Salah satu alasan penolakan Gedung Putih adalah fakta bahwa DPR AS tidak menggelar pemungutan suara resmi untuk meluncurkan penyelidikan pemakzulan.

Dasar dari penyelidikan pemakzulan adalah laporan seorang pembocor rahasia atau whistleblower. Laporan itu berisi dugaan Trump telah menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki Hunter Biden, anak Joe Biden -- kandidat calon presiden dari Demokrat.

Trump telah berbicara dengan Zelenskiy via telepon pada Juli lalu, namun ia mengaku tidak melakukan tekanan apapun.

Demokrat telah meminta Gedung Putih untuk menyerahkan transkrip lengkap percakapan tersebut. Gedung Putih hanya memberikan memo berisi ringkasan percakapan.

Belum lama ini, whistleblower kedua muncul ke permukaan dan mengaku memiliki informasi langsung dan orisinal terkait skandal Ukraina.

Munculnya whistleblower kedua ini akan membuat Trump dan para pendukungnya semakin sulit untuk mendiskreditkan keterangan dari pembocor rahasia pertama. Sebelumnya, Trump pernah menyebut bahwa keterangan dari whistleblower pertama tidak akurat. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT