09 October 2019, 08:45 WIB

Taiwan tidak Gentar Hadapi Tekanan Tiongkok


Cahya Mulyana | Internasional

AFP/TIMOTHY A CLARY
 AFP/TIMOTHY A CLARY
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen

PRESIDEN Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan negaranya tidak terbebani apalagi takut dengan tekanan yang kerap muncul dari kebijakan pemerintah Tiongkok.

Ketimbang menanggapi tekanan yang hanya akan merusak stabilitas ekonomi dan keamanan regional, Taiwan memilih merajut kerja sama dengan seluruh negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tenggara untuk mewujudkan kemakmuran.

"Upaya Tiongkok mengisolasi Taiwan tidak berdampak apa pun selain menghambat kesejahteraan dan stabilitas kawasan," tegasnya saat memberikan sambutan pada acara Yushan Forum di Taipei City, Taiwan, Selasa (8/10).

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan negara-negara sahabat berikut mitra bisnis Taiwan termasuk Indonesia. Mereka yang hadir antara lain mantan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper, Pejabat Senior Amerika Serikat untuk APEC dan Deputi Asisten Sekretaris Negara untuk Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik Sandra Oudkirk, serta mantan Sekretaris Bidang Media Gedung Putih Sarah Sanders.

Baca juga: TETO Selenggarakan Perayaan Hari Nasional Taiwan ke-108

Menurut dia, sejumlah negara menyatakan dukungan terhadap Taiwan menghadapi kebijakan Tiongkok yang berpotensi merugikan semua pihak, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung.

Mereka mendasarkan pada fakta bahwa Taiwan telah berhasil membantu beberapa negara dalam usaha meningkatkan kemampuan di berbagai sektor.

"Mereka menilai Taiwan sebagai mitra regional utama sehingga sangat diperlukan untuk mewujudkan masa depan yang damai dan sejahtera. Saya sangat percaya semuanya mengakui fakta itu. Saya pun berharap semuanya akan terus berdiri dengan Taiwan dan bekerja bersama menjalin kemitraan regional yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang," paparnya.

Ia mengatakan, tahun lalu, Taiwan berada di persimpangan jalan namun saat ini sudah memiliki sikap dengan kebijakan baru yakni memperkuat hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Selatan dan Tenggara. Itu untuk menjaga keamanan dunia juga meningkatkan kemakmuran yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

"Karena tidak ada negara yang bisa mencapai ini sendirian, Taiwan bersedia dan mampu berpartisipasi lebih aktif dalam kemitraan regional dan kontribusi yang dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Kewajiban kita semua tidak tunduk pada tekanan atau paksaan politik juga pemblokiran sepihak," tegasnya.

Taiwan menilai kebijakan yang saat ini terus diimplementasikan itu bisa melahirkan sebuah peran penting untuk dunia yakni menjadi pusat rantai pasokan komoditas dunia.

Kemudian melalui langkah strategis itu pula bisa lebih mudah menghalau dampak buruk dari konflik perdagangan dan gejolak ekonomi global.

"Bekerja bersama merupakan solusi mengatasi tantangan tersebut dan kami memiliki potensi untuk menciptakan rantai pasokan penting di sini, di kawasan ini. Dan Taiwan mengajak semua bekerja sama untuk menjadi bagian dari rantai pasokan komoditas penting dunia," pungkasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT