08 October 2019, 22:45 WIB

Empat Kali Mangkir, KPK Belum Berencana Panggil Paksa Mekeng


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

Antara/Akbar Nugroho Gumay
 Antara/Akbar Nugroho Gumay
Politikus Golkar Melchias Mrkus Mekeng saat diperiksa KPK, Juni silam

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memiliki rencana untuk memanggil paksa politikus partai Golkar Melchias Marcus Mekeng sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT).

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan pengusaha Smaintan sebagai tersangka

"Terkait dengan apakah akan dilakukan panggil paksa atau dipanggil kembali atau dengan cara-cara lain menurut hukum acara yang berlaku, itu yang sedang dibicarakan oleh penyidik. Jadi masih dalam proses pembahasan ya saya kira," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/10).

Sejatinya, Mekeng dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini, Selasa (8/10). Namun, dirinya tidak hadir dengan alasan sakit. Sehingga Mekeng pun mengirim surat kepada KPK.

"Hari ini beralasan kurang sehat meski tidak melampirkan surat keterangan dokter, saya dapatkan infonya itu yang dilampirkan surat kuasa yang ditandatangani kemarin," ujar Febri.

Baca juga : Mekeng kembali Mangkir

Namun, KPK menyayangkan surat keterangan sakit Mekeng tidak dilengkapi lampiran keterangan dari dokter.

Alasan KPK belum memanggil paksa Mekeng dikarenakan pada pemanggilan awal yang bersangkutan sudah memberitahu KPK untuk tidak datang.

"Kalau dihitung tidak datangnya, setidaknya ada tiga kali ya. Namun di pemanggilan awal yang bersangkutan memberitahukan dan mengirim surat pada KPK karena sedang menjalankan tugas di Swiss beberapa waktu yang lalu," jelasnya.

Penyidik KPK pun masih mempertimbangkan pemanggilan Mekeng dan juga memperhatikan hukum yang berlaku untuk memanggil paksa Mekeng.

"Tim masih membicarakan ini karena kami tentu harus mempertimbangkan banyak hal pertama aturan hukum yang berlaku hukum acaranya misalnya, dan yang kedua strategi dan kebutuhan penanganan perkara pokoknya," jelasnya.

"Selain itu, ada banyak saksi juga yang perlu kami periksa dan besok kan juga ada agenda pemeriksaan yang lain," imbuhnya.

Sebelumnya, Mekeng tidak memenuhi panggilan KPK pada hari Rabu (11/9), Senin (16/9), Kamis (19/9), dan Selasa (8/10). Saat panggilan pertama, Mekeng mengirimkan surat ke KPK karena sedang berada di luar negeri.

Pada hari Senin (16/9), politikus  Partai Golkar itu tidak memenuhi panggilan dengan alasan masih dalam perjalanan dinas. Selanjutnya, pada hari Kamis (19/9), Mekekng sedang berada di luar negeri karena ada kegiatan dinas dan ada pemeriksaan kesehatan.

Sedangkan pada (8/10) dirinya tidak hadir dengan alasan sakit. Mekeng pun sudah mengirimkan surat ketidakhadiran kepada KPK. (OL-7)

BERITA TERKAIT